Setelah Unpas Memperoleh “A” akan Akreditasi Internasional

 

Rektor Unpas Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom (kiri) ketika menjadi Pembina Upacara pada upacara Kesadaran Kepasundanan di aula Oto Iskandar Di Nata, Kampus IV Unpas Jl. Setiabudhi 193 Bandung, Kamis 14 Februari 2019.*

 

Unpas akan memberikan apresiasi kepada dosen dan karyawan yang menjadi Ketua RT, RW, atau DKM di daerah masing-masing. Hal itu ditegaskan Rektor Unpas, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp., M.Si., M.Kom. pada saat menjadi pembina upacara di Kampus IV Unpas, Jalan Setiabudhi, Bandung. Upacara Kesadaran Kepasundanan tersebut dipusatkan di Mandala Sabha R. Oto Iskandar di Nata, hari Kamis 14 Februari 2019, diikuti oleh para dosen dan karyawan serta pimpinan lembaga di lingkungan Unpas.

“Mereka yang mendapat amanat menjadi Ketua RT, RW, atau DKM artinya dipakai oleh masyarakat di lingkungannya. Mereka berkontribusi dan memberikan pengabdian  terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Jadi wajar jika Unpas memberikan apresiasi,” ucap Prof. Eddy Jusuf.

Apresiasi akan diberikan dalam bentuk insentif yang besarannya akan ditentukan kemudian. Janji Rektor Unpas tersebut kontan mendapat sambutan hangat dari peserta upacara.

Dikatakan Prof. Eddy Jusuf bahwa pelaksanaan upacara rutin dua bulan sekali tersebut tertunda cukup lama, karena seluruh jajaran pimpinan, dosen, dan karyawan Unpas sibuk menghadapi persiapan akreditasi. “Alhamdulillah, sebagai mana kita ketahui, Unpas memperoleh nilai A. Untuk itu saya sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras,” ucapnya.

Ia menegaskan agar seluruh komponen terus meningkatkan kinerjanya.  Hanya tinggal dua tahun lagi bagi Unpas untuk merealisasikan visi dan misinya, yaitu menjadi anggota komunitas akademik internasional.

Sehubungan dengan hal itu, disebutkannya, mulai tahun ini prodi di Unpas akan diakreditasi secara internasional, serta akan tergabung dalam Asian University Network (UAN). “Para dosen dipersilakan menjadi anggota UAN . Syaratnya harus menguasai bahasa asing, yang selain bahasa Inggris, alangkah baiknya jika bisa berbahasa Korea, Jepang, China, Belanda, dan lain-lainnya. Bagi yang berminat silakan mendaftarkan diri kepada Wakil Rektor I,” katanya.

Ditegaskan Prof. Eddy Jusuf bahwa untuk meningkatkan kinerja tidaklah cukup kalau hanya mengandalkan power (kekuatan), melainkan harus digabung dengan speed (kecepatan). “Jika kita hanya berdasarkan kekuatan saja, maka akan menjadi stagnan dan membosankan,” ucapnya lagi. Tentang hal itu, Rektor Unpas sering melontarkan ajakan untuk berlari.

Disentilnya pula para dosen yang kini sedang menyelesaikan program doktor yang yang sudah lima tahun tak kunjung lulus. “Saya hanya memberi kesempatan satu tahun lagi. Kalau tak selesai juga, bantuan kepada yang bersangkutan akan distop. Kasihan mereka yang sekarang ngantri jadi terganjal,” katanya.

Tentang pembelajaran jarak, pada tahun depan, Unpas akan menjadi host (pribumi). “Kita sedang mempersiapkan studionya,” ucap Prof. Eddy Jusuf.

Pada bagian akhir upacara disampaikan tausiah sekaligus doa penutup oleh K.H. Duddy Muttaqien. Ia membahas mengenai tugas manusia dalam melakoni hidup di dunia, khususnya dalam menjalankan amanat yang diembannya.*** (TS)