Fakultas Teknik Unpas menyiapkan Lulusan untuk Kebutuhan Semua Industri

Memiliki kampus yang nyaman dan kondusif untuk belajar tentunya menjadi idaman semua mahasiswa ataupun calon mahasiswa. Tidak panas, tidak terkena banjir dan banyak pepohonan rindang. Sejak diresmikan pada tanggal 11 September 1962, Fakultas Teknik Universitas Pasundan yang awalnya hanya memiliki jurusan kini sudah memiliki 6 jurusan. Yang diantaranya Teknologi Pangan, Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Lingkungan dan yang terakhir Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota.

Awal berdirinya Fakultas Teknik, proses belajar mengajar berada di Jl. Dalem Kaum Bandung hingga menetap di Jl. Dr. Setiabudhi No. 193 Bandung sampai sekarang. Jumlah mahasiswa yang mendaftar dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Sejalan dengan itu juga, Fakultas Teknik Unpas terus memperbaiki segala sistem maupun sarana dan prasarana guna menunjang proses belajar mengajar.

Tak hanya dari Jawa Barat saja, mahasiswa yang menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Unpas juga banyak yang berasal dari luar Jawa Barat. Posisi yang stategis dan nyaman inilah yang menjadikan Fakultas Teknik Unpas sebagai pilihan para mahasiswanya untuk menimba ilmu. Dan tentunya juga dengan segala fasilitas yang ada semakin membuat mahasiswa nyaman untuk belajar.

Dilengkapi dengan cctv yang ada di setiap kelas, menjadikan proses balajar mengajar lebih terkontrol. Bagi mahasiswa yang berasal dari luar Jawa Barat atau yang berasal dari luar Bandung, Fakultas Teknik Unpas menyediakan asrama yang bisa mereka tinggali tentunya dengan biaya yang lebih murah dibanding dengan kost di luar. Sistem presensi sudah menggunakan finger print, laboratorium dan peralatan praktikum yang lengkap, ruang kuliah ber-AC, gedung bertingkat dengan fasilitas lift serta pembelajaran juga sudah menggunakan E-learning.

Sesuai dengan visi dan misinya, Fakultas Teknik sudah menanamkan nilai-nilai kesundaan dan keislaman kepada mahasiswa dimulai dari saat kegiatan pengelanan kampus. Mahasiswa juga diwajibkan mengambil mata kuliah yang berkaitan dengan kesundaan dan keislaman. Tentunya bagi mahasiswa yang dari luar Jawa Barat dengan mengambil mata kuliah kesundaan, akan menambah wawasan tentang budaya dan bahasa Sunda. Begitu juga bagi mahasiswa yang beragama lain, dengan mengambil mata kuliah keislaman juga akan menambah wawasan tentang Islam dan juga materi yang dibahas lebih kepada Islam secara umum, bagaimana Islam mendukung penelitian di bidang akademik.

Menjadi program studi tertua, Teknologi Pangan yang awalnya Teknologi Makanan kini telah menjadi prodi terfavorit di Fakultas Teknik Universitas Pasundan dan sudah teakreditasi A. Teknologi Pangan Fakultas Teknik Unpas juga menjadi yang pertama di Jawa Barat bahkan di Indonesia menjadikan universitas lain juga ikut membuka program studi yang serupa. Namun, Program Studi Teknologi Pangan Unpas tetap dengan ciri khasnya yaitu menitikberatkan pada rekayasa proses bidang pangan. Keunikan inilah yang menjadi pembeda dari universitas lain yang umumnya di bawah Fakultas Pertanian. Lulusan Teknologi Pangan kini sudah tersebar bekerja di Kementrian Kesehatan, Kementrian Pertanian, Kementrian Pendidikan Nasional, Kemenristek, DIKTI, BPOM, Dosen berbagai PTN dan PTS, BUMN/BUMD dan lain-lain.

Lahir dengan nama Teknik Produksi, Teknik Industri rupanya sudah beroperasi sejak tahun 1961 dan bertahan hingga sekarang. Teknik Industri juga merupakan salah satu program studi cukup terkenal dan juga sudah terakreditasi A. Hal ini dibuktikan oleh hasil survey versi majalah Tempo sebagai salah satu institusi favorit versi Tempo 2006. Mahasiswa yang awalnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia mesti 75% mahasiswa masih berasal dari kota-kota di Pulau Jawa, mulai tahun Akademik 2006/2007 diikuti oleh 10 mahasiswa yang berasal dari luar negeri tepatnya dari Negara Somalia. Hal itu menunjukkan bahwa Program Studi Teknik Industri dikenal baik secara nasional maupun internasional. Alumni Teknik Industri kini sudah berkiprah di berbagai Instansi Pemerintahan, BUMN/BUMD, Perusahaan Swasta, Lembaga Pendidikan Tinggi dan lain-lain.

Berdiri pada tahun 1982, Teknik Mesin memulai program pendidikannya hingga kini status akreditasinya sudah A. Teknik Mesin Unpas menyiapakan lulusan berkualitas di bidang perancangan dan pembuatan mesin industri dan otomotif. Sejak berdirinya, Program Studi Teknik Mesin sudah menghasilkan lulusan yang tersebar di perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia dan ikut berperan dalam kemajuan industri. Saat ini para alumni Teknik Mesin sudah banyak yang bekerja di berbagai instansi pemerintah maupun swasta, Industri Manufaktur, Konsultan Teknik, Bidang Transportasi sampai Industri Chip Komputer.

Terdaftar di tahun 1993, Teknik Informatika dibangun melalui kerjasama antara Fakultas Teknik dengan Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung. Kerjasama meliputi pembinaan, pengembangan kurikulum, bantuan dosen dan pencangkokan bagi dosen muda. Program Studi Teknik Informatika kini sudah terakreditasi B yang dimana lulusannya disiapkan untuk bisa bersaing dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi terkini. Saat ini alumni Teknik Informatika sudah berkiprah di berbagai instansi pemerintahan/swasta, BUMN/BUMD, Enterpreneur, Konsultan Teknologi Informasi dan sebagai Dosen di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Teknik Lingkungan Unpas berdiri pada tahun 1993 juga hingga kini sudah meraih akreditasi B. Lulusan dari Teknik Lingkungan disiapkan untuk bisa menghadapi dan berperan dalam penanganan permasalahan lingkungan akibat bencana dan dampak berkembangnya industri. Saat ini para alumni Teknik Lingkungan Unpas sudah tersebar di Kementrian PU, Kementrian Perumahan Rakyat, Dinas Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan lain-lain.

Lahir dengan nama Teknik Planologi yang kini sudah menjadi Perencanaan Wilayah dan Kota menjadikan Program Studi ini menjadi sebagai program studi termuda di lingkungan Fakultas Teknik Unpas. Perencanaan Wilayah dan Kota kini sudah berakreditasi B yang dimana lulusannya disiapkan untuk menjadi ahli dalam pemetaan wilayah dan pemukiman kota. Saat ini para alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota sudah berkiprah di berbagai instansi seperti Kementrian PU, Kementrian Perhubungan, Kemendagri, BAPPENAS/BAPPEDA, Perbankan, Konsultan Teknik, Developer, Dosen serta di berbagai LSM.