Pra Event Food Festival 2020

Kamis, 5 Maret 2020 – Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Pra Event Food Festival, seminar kali ini menjadi salah satu serangkaian acara yang nantinya akan ditutup dengan Food Festival pada bulan April 2020. Seminar yang mengusung tema “Membangun Kesadaran Masyarakat untuk Mengelola Pangan menuju Zero Hunger” ini mengundang beberapa narasumber yang memang ahli dalam bidang pangan yaitu bapak Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc. sebagai Vice Chairperson Codex Alimentarius Commision dan Bapak Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, M.Sc. sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia, di pandu oleh moderator Ibu Yellianty S S.i M.Si selaku dosen dari Prodi Teknologi Pangan Universitas Pasundan.

Seminar yang di laksanakan di Aula Mandala Saba R.Otto Iskandardinata di hadiri oleh peserta baik umum maupun mahasiswa Teknologi Pangan itu sendiri dan tamu undangan. Di buka secara resmi oleh Bapak Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom selaku rektor Universitas Pasundan, Pak Eddy pun memberikan sambutan hangat kepada para tamu undangan dan peserta seminar, beliau juga memberikan sedikit gambaran tentang tema yang diusung pada seminar Food Festival ini yaitu Zero Hunger. Zero Hunger merupakan gerakan global untuk meniadakan kelaparan seperti yang di canangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2012. Menurut Pak Eddy salah satu aspek penting untuk mendukung Zero Hunger ini adalah pengelolaan dan pelaksanaan dari pangan itu sendiri dan tentang aspek keamanan pangan yang sangat penting.

Tantangan Zero Hunger menurut bapak Purwiyatno dalam konteks negara Indonesia sangat berhubungan dengan ketahanan pangan tapi jika kita lihat kembali salah satu bentuk ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi perseorangan atau individu jadi simplenya tidak ada individu yang kekurangan pangan tentunya dengan kriteria pangan yang nantinya akan menyehatkan, aktif, dan produktif. Namun Faktanya di jaman sekarang masih banyak yang kekurangan pangan, seperti gizi buruk yang menyerang individu yang tidak terpenuhi pangannya dan itu berpengatuh pada perkembangan tiap individu baik itu berupa tinggi badan, kemampuan otak, dll.

Bapak Umar juga menambahkan bahwa banyak faktor mengapa angka kekurangan gizi sangat lah besar, saat ini total manusia sekitar 7.6 miliar dan di perkirakan pada tahun 2050 nanti total manusia sekitar 9.7 Miliar tentunya kebutuhan pangan akan sangat meningkat setiap tahunnya jadi apakah kita harus pesimis menghadapi tantangan pangan kedepannya. Bagi Bapak Umar kita tidak perlu pesimis bahkan seharusnya kita harus selalu optimis karena banyak lahan dan sumber daya pertanian yang sangat besar dan dapat kita kembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi Indonesia sendiri.

Pentingnya pengelolaan pangan untuk mendukung ketahanan pangan yang baik telah di jelaskan dengan baik oleh 2 narasumber kita apalagi para narasumber juga menjelaskan tentang peran-peran dari organisasi untuk mencegah kekurangan pangan, tanggapan salah satu peserta yang mengikuti seminar Food Festival ini.

Semoga dengan diadakannya Seminar Pra-Event Food Festival ini dapat memberikan gambaran bahwa program zero hunger atau program meniadakan kelaparan ini sangatlah penting, tidaknya menanggulangi kelaparan tapi juga memenuhi gizi setiap individu yang ada agar nantinya kualitas hidup seseorang dari segi kebutuhan gizi dapat terpenuhi secara maksimal.