Tak Lolos PKM, Mahasiswa Perencanaan Wilayah Kota berhasil Lolos PHP2D

Bandung, Fakultas Teknik Unpas – Empat belas mahasiswa dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota berhasil lolos dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa atau PHP2D. Sebelumnya, beberapa dari mereka ada yang telah mengajukan PKM namun sayangnya mereka tidak lolos. 

Mendapat rekomendasi dari dosen pembimbing dan dari Himpunan, tanpa ragu mahasiswa dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ini mencoba mendaftar PHP2D. 

Proposal yang mereka ajukan yaitu berjudul “Pengembangan Produk Wisata dan Perancangan Digital Destination Branding Wisata Desa Panyocokan di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung“. 

Sebelumnya mereka juga sudah pernah melakukan kegiatan Aksi Peduli Lingkungan di Desa Panyocokan. Tim yang diketuai oleh Dewi Ajeng Khutomah ini, telah melakukan survei ke lapangan guna melihat potensi wisata yang mana kah yang akan mereka kembangkan untuk menjadi wisata desa. 

“Setelah kita lolos, kita langsung datang lagi ke Desa Panyocokan dan saat kita datang ke sana pihak desa juga sedang mengonsep sebuah desa wisata,” jelas Dewi selaku ketua dari program ini. 

Sempat terkendala PPKM, Dewi beserta rekannya dapat melakukan kegiatan survei lapangan di awal Agustus. Para mahasiswa ini berjalan sejauh 8 km untuk menuju lokasi. 

Mereka juga melakukan tracking wilayah untuk menentukan mapping sehingga mengharuskan mereka untuk berjalan sekaligus melihat lebih jauh potensi apa lagi yang ada di wilayah Desa Panyocokan. 

Setelah melakukan sosialisasi dan workshop mahasiswa melakukan fiksasi konsep wisata desa. “Waktu kita survei, kita kan ada potensi desa yang paling menonjol itu agrowisata. Karena setelah melihat empat puluh lima persen luas wilayahnya itu persawahan, jadi kita mau memanfaatkan itu tanpa mengubahcitra desa yang sudah ada,” ungkap Dewi. 

Selain wisata alam yang ada, mahasiswa dari Prodi PWK juga ingin mengembangkan wisata budaya yang masih kental seperti Hajat Lembur, Hajar Buruan, Hajar Huluweton dan lainnya. 

Dewi menjelaskan “karena ini program pemberdayaan desa, kami ingin semua masyarakat juga ikut terlibat dalam kegiatan ini”. 

Agar kegiatan ini tidak terhenti saat program selesai, para mahasiswa juga akan melakukan pelatihan-pelatihan kepada pemuda desa yang nantinya akan menjadi pengelola untuk mempromosikan Wisata Desa Panyocokan