Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, Lakukan Simulasi Desa Wisata

Bandung, Fakultas Teknik Unpas – Minggu, 19 Desember 2021 Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota melakukan simulasi Desa Wisata di Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Empat belas mahasiswa ini sebelumnya memang telah berhasil lolos dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa atau PHP2D.

Setelah melakukan rangkaian kegiatan program pengembangan, mahasiswa PWK melakukan kegiatan simulasi yang dihadiri oleh Bapak Apriadi Budi Raharja, ST., M.Si. selaku pembimbing dari kegiatan ini. Masyarakat sekitarpun sangat antusias menyambut simulasi ini, terbukti dari banyaknya warga yang datang hingga melebihi kapasitas yang ditargetkan.

Kegiatan ini terbagi menjadi dua, kegiatan formal dan non formal. “Kegiatan formalnya sendiri diisi oleh sambutan-sambutan oleh perwakilan perangkat desa, perwakilan dari program studi PWK dan ketua pelaksana, serta penyerahan secara simbolis atribut program seperti merchandise, sosial media dan peta wisata kepada pihak desa terkait,” jelas Dewi Ajeng selaku ketua dari program PHP2D ini.

Selepas sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi wisata desa yaitu dengan pameran kuliner dan penampilan budaya. Untuk kuliner sendiri merupakan kuliner asli dari warga sekitar yang memang disuguhkan untuk wisatawan yang hadir. Dan untuk penampilan budaya ada Bangkong Reang, Pencak Silat dan Jaipong. “Untuk acara nonformalnya diisi dengan hiburan-hiburan,” lanjut Dewi.

Dewi juga menjelaskan bahwa diadakannya kegiatan simulasi ini memiliki empat tujuan yang di antaranya melakukan percobaan simulasi pada produk wisata desa yang sudah dirancang, memperkenalkan hasil kegiatan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa kepada warga desa Panyocokan, memperkenalkan produk wisata desa Panyocokan dan untuk mengetahui kapasitas pengunjung.

Sementara itu, kegiatan PHP2D ini sudah selesai pada 15 Desember 2021. Untuk kedepannya, mahasiswa dari PWK ini akan terus mengontrol pengembangan dan pengelolaannya saja selama dua bulan ke depan, karena semuanya sudah diserahkan ke pihak desa.

Rencana monitoring juga akan rutin dilakukan setiap dua hingga tiga bulan sekali. Untuk pengelolaannya memang diserahkan ke pihak desa namun masih dalam pantauan mahasiswa PWK, karena harapan kedepannya banyak potensi lain yang dapat dikembangkan oleh Prodi lain yang ada di Fakultas Teknik lain sehingga Desa Panyocokan ini bisa terus berkembang.