9 Tips Melindungi dan Mengelola Jejak Digital Hal Sepele yang berbahaya jika dibiarkan

Fakultas Teknik UNPAS – Dikutip dari aptika.kominfo.go.id, pada tahun 2021 pengguna internet di Indonesia meningkat 11 persen dari tahun sebelumnya, tepatnya dari 175,4 juta menjadi 202,6 juta pengguna.  

Pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak 2020 lalu pun turut andil dalam peningkatan pengguna internet dari mulai usia kanak-kanak hingga dewasa. Namun dalam penggunaan internet kamu juga perlu waspada dan berhati-hati. Hal sepele seperti Footprint atau jejak digital sangat berpengaruh bagi repurtasi seseorang jika tidak dikelola dengan baik. 

Apa itu Footprint (Jejak Digital) 

Pengurus Siberkreasi Komite Edukasi Mafindo, Heni Mulyati mengatakan bahwa rekam jejak digital adalah jejak data yang dibuat oleh pengguna dan ditinggalkan ketika menggunakan perangkat digital. 

Bentuk digital sangat beragam, riwayat pencarian internet, postingan (teks, foto, video), lokasi yang dikunjungi, hingga persetujuan akses cookies dalam perangkat.  

Jika kamu perhatikan, iklan yang muncul pada web yang kamu kunjungi akan memperlihatkan sebuah produk atau jasa berdasarkan riwayat pencarian yang sering kamu cari pada mesin pencarian browser. 

Terdapat 2 jenis jejak digital, jejak digital aktif yakni jejak digital yang sengaja pengguna kirimkan ke internet atau platform digital, seperti email, publikasi media sosial, atau mengisi formulir daring.  

Jenis kedua, jejak digital pasif merupakan jejak digital yang ditinggalkan secara daring dengan tidak sengaja dan tanpa sepengetahuan pengguna, seperti riwayat pencarian yang tidak pernah pengguna hapus, akun sosial media yang terbengkalai, dsb. 

Bahaya Digital Footprint 

Heni menekankan bahwa menjaga jejak digital sangatlah penting, netizen harus paham akan dampak atau implikasi baik positif maupun negatif dari tindakan di dunia digital. Hanya bermodalkan perangkat digital dan internet latar belakang seseorang dapat terungkap dengan jelas. 

Kita sudah tidak berbicara tentang data pribadi seperti nama, alamat, hingga tanggal lahir lagi, namun dengan jejak digital kita yang berserakan di dunia digital akan merepresentasikan karakter seseorang, hal yang disukai, hingga siapa orang terdekat kamu. 

Bagi orang yang tidak bertanggung jawab, jejak digital yang kamu tinggalkan dapat menjatuhkan repurtasimu, berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh Netsafe bahwa hal negatif yang paling sering dilaporkan yaitu mempublikasikan informasi pribadi yang mengarah pada penindasan atau pelecehan daring. Hal tersebut juga dimanfaatkan untuk memanipulasi psikologis seseorang. Lalu bagaimana cara melindungi jejak digital kita ? 

Cara melindungi Digital Footprint (Jejak Digital) 

  1. Hapus Riwayat Cache & Cookies 

Cache dan Cookies muncul saat akan menghapus riwayat jelajah (history) pada browser, cache berfungsi untuk menyimpan data situs yang pernah dikunjungi sedangkan cookies berfungsi untuk menyimpan data username dan password saat login. 

Walaupun dengan mengaktifkan cache dan cookies dapat mempercepat proses loading saat mengunjungi web, namun ada kalanya kamu harus menghapusnya. Alasan mengapa cache dan cookies harus dihapus antara lain untuk mengurangi resiko orang lain mengetahui web apa saja yang kalian akses. 

Jika kalian menggunakan perangkat publik maka data yang tersimpan pada web tersebut dapat disalah gunakan oleh pengguna lain yang mengakses situs yang sama. 

 

  1. Hapus Akun Lama 

Hapus akun sosial media, akun game, atau akun lain yang sudah tidak kamu gunakan, seringkali kita mendaftar banyak akun dengan menyertakan nama lengkap email hingga memasukkan nomer telpon, namun akun tersebut terbengkalai karena sudah tidak kalian gunakan. 

Akun yang sudah terbengkalai masih menyimpan data diri mu, oleh karena itu jika memungkinkan hapus akun tersebut secara permanen, jika tidak bisa atau tidak tahu bagaimana cara menghapus akun tersebut maka perbaharui isi data di dalamnya dengan data palsu. 

 

  1. Pisahkan profil kerja dan profil pribadi 

Agar kamu tidak kebingungan dalam mengelola akun profil seperti email, buatlah beberapa akun yang dikhususkan untuk fungsi tertentu.  

Jangan hanya memiliki satu akun untuk semua kebutuhan karena selain sangat beresiko hal tersebut juga tidak efektif dan efisien bagi kamu. 

Buat akun email untuk kerja, email untuk daftar sosial media, akun email pribadi, dsbnya secara terpisah. 

 

  1. Aktif mengelola akun  

Kelola akun mu secara baik, perhatikan dengan siapa akun mu ditautkan, seringkali kasus pembobolan melalui email terjadi karena akun email tertaut dengan web yang dapat memanfaatkan akun mu untuk melakukan serangan siber. 

 

  1. Lindungi Email utama 

Jika kamu sudah membuat beberapa akun sesuai kebutuhan langkah selanjutnya adalah mengamankannya, beberapa penyedia layanan email memberikan fitur pengamanan akun seperti verifikasi 2 langkah dan sebagainya. 

Jika memang terlalu merepotkan untuk memberikan keamanan pada seluruh akun maka cukup yang menurut kamu penting saja yang menggunakan fitur pengamanan tersebut. 

 

  1. Lindungi Perangkat kalian 

Jika akun digital sudah diamankan langkah selanjutnya adalah melindungi perangkat seperti Smartphone dan Laptop, gunakan PIN dan autentifikasi 2 faktor jika memungkinkan. 

Jangan menggunakan password dan PIN yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nama orang terdekatmu. 

 

  1. Jangan login menggunakan akun sosial media 

Banyak sekali aplikasi mobile maupun desktop yang memudahkan pengguna untuk mendaftar akun hanya dengan sekali klik, seperti mendaftar akun menggunakan email atau menggunakan akun sosial media seperti facebook. 

Sekilas memang memudahkan namun dengan kamu mendaftar menggunakan akun sosial media secara gak langsung kamu menyetujui pihak web tersebut untuk mengakses data dari akun sosial media milikmu. 

 

  1. Batasi membagikan data pribadi 

Batasi membagikan data pribadi, sosial media membuat banyak orang terhubung satu sama lain dan dengan satu postingan yang kamu bagikan semua orang yang mengikutimu akan tahu dimana, kapan, hingga dengan siapa kamu saat ini. 

Pamer di sosial media boleh, namun kamu juga harus tau dan paham akan dampak dari postingan yang akan bagikan. 

 

  1. Cepat bertindak jika terjadi pembobolan 

Jika seluruh upaya untuk melakukan pengamanan akun telah kamu terapkan bukan berarti kamu tinggal duduk manis seolah-olah tidak ada hal buruk yang akan terjadi. 

Perlu diketahui bahwa tidak selamanya password dan pin yang telah terpasang akan selalu aman, kamu harus secara rutin menggantinya.  

Banyak kasus terjadi saat perangkat kamu menerima email bahwa akun telah digunakan seseorang, namun tidak kamu gubris, alhasil akun yang telah terbobol tadi telah digunakan untuk hal-hal kriminal. 

Banyak dari kita yang berpikir bahwa diamankan atau tidak jika memang serangan tersebut akan terjadi sudah pasti akun kita akan terbobol juga, jika ingin benar-benar aman jalan satu-satunya adalah meninggalkan dunia internet.  

Solusi yang bagus namun kamu tidak akan sanggup menjalaninya karena saat ini hampir semua hal sudah digital, dengan menerapkan 9 tips diatas secara tidak langsung kamu berupaya untuk mengamankan privasi kamu sendiri dan itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. 

Source : 

https://aptika.kominfo.go.id/2021/09/warganet-meningkat-indonesia-perlu-tingkatkan-nilai-budaya-di-internet/ 

https://aptika.kominfo.go.id/2021/08/waspada-rekam-jejak-digital-kita-di-internet/ 

https://www.allstateidentityprotection.com/content-hub/whats-a-digital-footprint 

https://www.liputan6.com/tekno/read/2522813/alasan-cache-cookies-harus-dihapus-dari-browser-anda