Bingung Memilih Jurusan? Simak Tipsnya Berikut Ini

Meta Deskripsi : Kamu bingung menentukan jurusan kuliah karena terlalu banyak pilihan? Artikel ini memberikan tips memilih jurusan secara tepat.

 

Tahun 2017 lalu, Lutvianto Pebri Handoko—CEO Aku Pintar—melakukan riset seputar mahasiswa. Hasilnya, sekitar 87 persen mahasiswa merasa salah memilih jurusan. Dampak kesalahan tersebut beragam; mulai dari problem akademik, relasi, sampai psikologis.

Kamu tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, bukan? Untuk itu, simak tips-tips berikut ini sebelum menentukan jurusan.

 

  1. Sesuaikan dengan Passion Kamu

Pernahkah kamu melakukan suatu hal tanpa merasa bosan meski dikerjakan berulang-ulang? Seperti itulah gambaran passion yang sebenarnya. Kalau ada orang mengatakan passion sama dengan hobi, ini belum tentu benar.

Hobi bisa berubah seiring bertambahnya usia dan pengetahuan. Hobi lebih bersifat hiburan—yang sewaktu-waktu dapat ditinggalkan. Namun passion, membuat kamu bersedia melakukan apa pun demi memenuhinya. Kamu akan mengerahkan hati dan pikiran untuk mempertahankan sesuatu yang disebut passion.

Passion adalah hidupmu; itu poin pentingnya. Jadi, pastikan jurusan yang kamu pilih bisa memenuhi passion. Sebagai contoh, kamu memiliki dua hobi, yakni main game online dan membuat manga.

Kegiatan main game online dilakukan hanya untuk melepaskan penat usai sekolah. Sementara saat menekuni manga, kamu bisa menghasilkan karya luar biasa. Karya itu mampu mengantarmu masuk ke perguruan tinggi terbaik. Nah, inilah yang disebut passion.

 

  1. Pastikan Jurusan yang Kamu Pilih Punya Akreditasi

Tahukah kamu, akreditasi menentukan mutu pendidikan di jurusan tertentu? Akreditasi rendah menandakan jurusan itu belum mampu memenuhi standar indikator dari BAN-PT. Sebaliknya, akreditasi bagus, memastikan universitas memiliki kualitas yang bisa meningkatkan daya saing lulusannya.

Ketika kamu lulus, akreditasi akan menjadi acuan bagi perusahaan maupun instansi pemerintah dalam menyeleksi pegawai baru. Terutama saat seleksi CPNS, akreditasi menjadi pertimbangan pertama bagi panitia untuk menyaring peserta.

 

  1. Hindari Memilih Jurusan Karena Prospek Cari Uang

Siapa yang tidak ingin punya banyak uang atau jadi orang kaya? Namun, jangan jadikan uang sebagai motivasi saat kamu memilih program studi. Pasalnya, esensi pendidikan tinggi bukan soal mempersiapkan diri di dunia kerja agar bisa cari uang.

Esensi pendidikan adalah mengembangkan potensi dan intelektual untuk mencapai cita-cita. Melalui pendidikan, seseorang diharapkan mampu mengatasi semua masalah dengan cara yang tepat. Selain itu, pendidikan mestinya bisa membuat kamu bertahan dalam kondisi apa pun.

Jadi, pilih jurusan yang benar-benar bisa meningkatkan ilmu dan keahlian. Abaikan anggapan orang tentang jurusan pilihanmu yang tidak propesktif secara finansial. Percayalah, saat kamu mampu menguasai bidang itu, uang akan mengikuti.

 

  1. Pilih Jurusan yang Membuat Kamu Tertantang

Minat biasanya berbanding lurus dengan tantangan. Sebagai contoh, kamu memiliki minat untuk mendalami matematika. Saat ada soal matematika yang sulit, sebagian orang kerap menyerah. Namun, bagi kamu, soal tersebut harus terpecahkan.

Memecahkan soal matematika sulit itulah yang disebut tantangan. Coba terapkan rasa ketika kamu merasa tertantang menyelesaikan soal untuk menentukan jurusan kuliah.

Mulailah dari bertanya pada diri sendiri, apakah pelajaran di jurusan tersebut sesuai dengan kamu. Lalu, saring jurusan yang kiranya membuat kamu penasaran untuk mendapatkan ilmunya secara maksimal.

 

  1. Siap Menerima Konsekuensi Atas Pilihanmu

Tips kelima; kamu harus siap menerima konsekuensi atas pilihanmu. Jangan mengeluh saat menemukan kejanggalan di tengah perkuliahan. Pasalnya, tugasmu adalah menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

Supaya tidak salah pilih, pastikan kamu mengecek secara detail tentang jurusan yang dituju. Cermati kurikulum dan risiko mendalami jurusan tersebut. Sebagai contoh, kamu memilih program studi kedokteran umum.

Saat kuliah, mahasiswa kedokteran biasanya melakukan praktik yang berhubungan dengan jenazah dan darah. Tanyakan kepada dirimu sendiri; siapkah menghadapinya?

Kemudian, usai lulus, sarjana kedokteran harus menguasai semua ilmu di luar kepala. Ketika kampus atau pemerintah mewajibkan kamu pergi ke daerah terpencil, suka atau tidak, itulah yang harus dijalani.

Itulah lima tips memilih jurusan yang bisa dijadikan acuan. Jika kamu kesulitan menemukan minat dan potensi dalam diri, mintalah bantuan psikolog untuk melakukan serangkaian tes. Dengan begitu, kamu lebih mudah menentukan jurusan.