Jurusan Kuliah, Pilihan Kamu atau Orang Tua?

Bingung memilih jurusan kuliah? Resah karena dipaksa orang tua masuk ke jurusan yang tak kamu sukai? Ini tips lengkap biar kamu tak salah jurusan ketika kuliah!

 

Ku salah naik jurusan”, sepenggal lirik lagu berjudul Salah Jurusan dari /rif menggambarkan fenomena banyaknya mahasiswa yang salah dalam memilih jurusan kuliah di Indonesia. Menurut data dari Indonesia Career Center Network (ICCN) pada 2017, sebanyak 87% mahasiswa di tanah air mengambil jurusan yang salah ketika kuliah.

Data ini pun diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Youthmanual. Mereka mengungkapkan bahwa sebanyak 92% pelajar SMA/SMK tidak tahu mengaku bingung dalam memilih jurusan kuliah. Dengan situasi seperti itu, tidak heran kalau aktivitas belajar seorang mahasiswa tidak berjalan dengan baik.

Mayoritas Mahasiswa Salah Memilih Jurusan Kuliah Karena Dipaksa Orang Tua

Ada banyak faktor yang membuat seorang mahasiswa salah memilih jurusan kuliah. Salah satunya adalah karena adanya paksaan dari orang tua. Bahkan, alasan dipaksa oleh orang tua merupakan faktor yang paling banyak dialami oleh mahasiswa salah memilih jurusan kuliah di Indonesia.

Ada berbagai alasan yang menjadi landasan orang tua ketika memaksa anak dalam memilih jurusan kuliah. Dari sekian banyak alasan, berikut ini adalah 5 di antaranya:

 

  • 1

    Mewujudkan cita-cita orang tua gagal

    Orang tua dulu mungkin memiliki cita-cita tertentu, dan menginginkan kamu untuk mewujudkannya demi mereka. Cita-cita tersebut bisa saja beragam, sebagai contoh keinginan menjadi mahasiswa di universitas negeri ternama, kuliah di luar negeri, ataupun menjadi seorang dokter.

  • 2

    Mempertimbangkan faktor kemampuan ekonomi

    Alasan orang tua memaksa jurusan kuliah untuk kamu yang selanjutnya adalah terkait kemampuan ekonomi keluarga. Perlu kamu ketahui, biaya kuliah untuk tiap-tiap jurusan berbeda. Ditambah lagi, ketika tempat kuliah yang kamu inginkan ternyata mengharuskanmu untuk tinggal berjauhan dengan orang tua, yang mengharuskan adanya biaya untuk kos dan makan.

  • 3

    Menjaga image keluarga

    Terkadang, ada pula keluarga yang memiliki tradisi turun-temurun. Sebagai contoh, ketika kakek, orang tua, serta kakak-kakakmu adalah seorang dokter. Tak menutup kemungkinan, kedua orang tuamu pun akan memaksa untuk mengikuti jejak berkuliah di jurusan Kedokteran. Kalau tidak, kamu dianggap sebagai orang yang menyalahi tradisi tersebut.

  • 4

    Tak mengetahui kemampuan kamu

    Adanya paksaan dari orang tua dalam pemilihan jurusan kuliah kadang dilandasi dengan ketidaktahuan mereka terhadap kemampuanmu. Di sisi lain, kamu tidak pernah memperlihatkan kemampuan menonjol yang dimiliki ataupun minat pada salah satu jurusan.

  • 5

    Informasi yang minim tentang jurusan kuliah

    Alasan terakhir yang membuat orang tua memaksa anaknya memilih jurusan kuliah adalah terkait minimnya informasi terhadap jurusan di perguruan tinggi. Alhasil, orang tua pun hanya mengetahui jurusan-jurusan yang telah dikenal luas, seperti Kedokteran, Teknik Informatika, Manajemen, Ekonomi, dan lain-lain.

  • 6

    Tak mengetahui kemampuan kamu

    Adanya paksaan dari orang tua dalam pemilihan jurusan kuliah kadang dilandasi dengan ketidaktahuan mereka terhadap kemampuanmu. Di sisi lain, kamu tidak pernah memperlihatkan kemampuan menonjol yang dimiliki ataupun minat pada salah satu jurusan.

 

Jurusan yang kurang familier di telinga, seperti Desain Komunikasi Visual, Sastra Indonesia, Sejarah, ataupun jurusan yang tergabung dalam Fakultas MIPA merupakan jurusan yang dianggap bermasa depan suram oleh mayoritas orang tua. Ketika berkuliah di jurusan-jurusan tersebut, anak tidak akan memperoleh prospek kerja yang menjanjikan.

 

Tanda-Tanda Kalau Kamu Salah Memilih Jurusan Kuliah

Ketika seorang mahasiswa merasa kalau jurusan yang dijalaninya sudah tepat, terlepas pilihannya sendiri ataupun orang tua, dia tidak akan mendapatkan permasalahan di kampus. Namun, lain halnya bagi para mahasiswa yang salah dalam memilih jurusan kuliah. Bahkan, tak menutup kemungkinan kalau banyak mahasiswa yang tidak merasa kalau mereka telah salah dalam memilih jurusan.

Ada beberapa tanda yang bisa dijadikan patokan dalam menilai apakah kamu saat ini salah dalam memilih jurusan kuliah atau tidak, yakni:

 

  • 1

    IPK yang buruk

    IPK yang buruk memang tidak selalu menjadi tanda bahwa kamu salah memilih jurusan kuliah. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti intensitas waktu belajar, tingkat kesulitan mata kuliah, gangguan karena aktivitas di luar kampus, dan sebagainya. Namun, ketika kamu telah melakukan upaya maksimal dalam perkuliahan dan ternyata tetap mendapatkan nilai buruk, bisa jadi kamu memang salah jurusan.

  • 2

    Kamu tidak antusias mengerjakan tugas dari dosen

    Salah dalam memilih jurusan kuliah juga bisa diketahui dengan respons kamu ketika mendapatkan tugas dari dosen. Seorang mahasiswa yang menyukai jurusannya, tidak akan menganggap tugas sebagai beban berat. Mereka menganggapnya sebagai kesempatan untuk memperoleh ilmu baru.

    Namun, lain halnya bagi mahasiswa salah jurusan. Tugas yang diberikan dosen, merupakan sebuah beban yang begitu berat. Tidak ada antusiasme dalam mengerjakannya. Ketika antusiasme itu juga tidak kamu perlihatkan di dalam kelas, itu merupakan sebuan tanda yang sangat buruk.

  • 3

    Stres menghadapi perkuliahan

    Stres ketika kuliah bukan hal yang luar biasa. Apalagi, ketika kamu memperoleh tumpukan tugas dalam jumlah banyak dan harus dikumpulkan dalam waktu hampir bersamaan. Namun, kalau stres tersebut muncul setiap waktu ketika kamu mengikuti kelas, itu tandanya kamu berada di lingkungan yang salah.

  • 4

    Kamu benci pada para dosen

    Dalam sebuah perkuliahan, ada saja satu atau dua dosen yang biasa tak disukai oleh para mahasiswa. Alasannya bisa beragam, seperti pelit dalam memberi nilai, cara mengajar yang tidak enak, ataupun karena sikap yang tak ramah kepada mahasiswa. Namun, ketika kamu membenci hampir semua dosen di dalam jurusan, itu artinya ada hal yang salah dalam dirimu. Kemungkinan terbesarnya, kamu berada dalam jurusan yang salah.

  • 5

    Merasa iri pada jurusan teman

    Setiap mahasiswa harusnya punya kebanggaan pada jurusannya masing-masing. Apalagi, setiap jurusan memang punya ciri khas serta materi pembelajaran tersendiri. Namun, ketika kamu tidak punya rasa bangga tersebut, dan bahkan sampai merasa minder kalau dihadapkan pada mahasiswa jurusan lain, bisa jadi tanda kalau kamu salah pilih jurusan.

  • 6

    Tak bisa mandiri dalam mengerjakan tugas

    Kemandirian dalam mengerjakan tugas dari dosen juga bisa jadi penilaian apakah kamu salah memilih jurusan kuliah atau tidak. Apalagi, ketika kamu secara terus-menerus meminta pertolongan teman untuk mengerjakan tugas. Ditambah lagi, kamu juga sering meminjam catatan.

  • 7

    Merasa jurusanmu saat ini punya masa depan suram

    Tidak percaya diri dan menganggap jurusanmu saat ini tak memiliki masa depan cerah adalah tanda berikutnya bahwa kamu salah memilih jurusan kuliah. Meski, kamu perlu mengetahui bahwa kesuksesan di masa depan tidak sepenuhnya bergantung pada jurusan kuliah.

 

Ada banyak faktor lain yang berpengaruh pada kesuksesan di dunia kerja. Faktor tersebut di antaranya adalah, jaringan yang dimiliki, kemampuan khusus, kemampuan berkomunikasi, dan sebagainya. Bahkan, hanya sebagian kecil dari ilmu di perguruan tinggi yang kamu praktikkan di dunia kerja.

Ketika Pilihan Jurusan Kuliah Beda dengan Orang Tua, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Agar terhindar dari kejadian tak mengenakkan ketika salah dalam memilih jurusan kuliah, kamu harus mempertimbangkan hal ini secara cermat. Apalagi, saat jurusan yang kamu inginkan ternyata berbeda dengan harapan dari orang tua.

Dalam situasi ada perbedaan pilihan jurusan dengan orang tua, kamu harus menyelesaikannya dengan cara yang tepat. Jangan sampai keputusan mengambil jurusan kuliah membuat hubunganmu dengan orang tua memburuk.

Perbedaan pandangan terhadap jurusan di perguruan tinggi dengan orang tua bisa kamu selesaikan secara baik-baik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni”

 

  • 1

    Lakukan Komunikasi

    Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan berkomunikasi secara baik-baik. Ungkapkan bahwa kamu memiliki keinginan yang berbeda dengan orang tua. Jelaskan pula alasan kenapa kamu memilih jurusan.

    Selain itu, kamu juga perlu mendengarkan penjelasan dari orang tua. Kamu perlu tahu landasan yang membuat orang tuamu punya dalam memilihkan jurusan kuliah. Dari situ, orang tua pun dapat menilai jurusan mana yang lebih cocok untukmu.

  • 2

    Perlihatkan plus minus dari masing-masing jurusan

    Langkah orang tua dalam memaksa anaknya ketika memilih jurusan kuliah bisa jadi karena pengetahuan tentang dunia perguruan tinggi yang minim. Apalagi, bagi para orang tua yang berdomisili di pedesaan.

    Kalau kamu menghadapi situasi seperti ini, kamu harus memberikan edukasi tentang dunia perguruan tinggi kepada mereka. Berikan informasi sebanyak-banyaknya mengenai peluang kesuksesan setiap jurusan, utamanya jurusan yang kamu incar.

    Kamu perlu mengungkapkan bahwa sukses di dunia kerja bisa didapatkan oleh lulusan dari jurusan apapun. Untuk memperkuat data tersebut, kamu bisa memberikan contoh nyata. Kalau perlu, berikan contoh kesuksesan orang yang dikenal oleh orang tua.

  • 3

    Tunjukan rencana masa depanmu

    Kalau orang tua masih belum yakin dengan jurusan yang menjadi pilihanmu, ada cara berikutnya yang bisa dilakukan. Kamu harus menunjukkan rencana masa depan yang ingin diraih. Dengan cara ini, orang tua pun dapat melihat sekelumit pandangan tentang masa depanmu kelak.

    Sebagai contoh, ketika kamu menginginkan untuk masuk ke jurusan Teknik Informatika, sementara orang tua ingin kamu masuk ke jurusan Manajemen. Perlihatkan bahwa kamu telah memiliki modal awal untuk menjadi seorang mahasiswa Teknik Informatika, termasuk di antaranya adalah pengetahuan terkait bahasa pemrograman.

    Selain itu, tunjukkan pula bagaimana keseharian yang bakal dijalani oleh seorang mahasiswa Teknik Informatika. Jangan lupa pula untuk menunjukkan kemudahan-kemudahan dalam aktivitas sehari-hari yang bisa didapatkan dari tenaga lulusan Teknik Informatika. Tak lupa, kamu juga harus menjelaskan secara gamblang profesi yang ingin kamu jalani selepas lulus dari jurusan Teknik Informatika.

  • 4

    Perlihatkan komitmen dengan melakukan perjanjian

    Langkah selanjutnya agar kamu bisa membuat orang tua semakin yakin dengan jurusan pilihanmu adalah dengan membuat perjanjian. Perjanjian ini dibuat dengan tujuan untuk memperlihatkan bahwa kamu memang punya komitmen tinggi untuk berkuliah di jurusan pilihanmu sendiri.

    Perjanjian tersebut bisa kamu lakukan dengan berbagai cara. Cara paling gampang, kamu dapat menuliskan komitmen untuk lulus dengan IPK cumlaude. Selain itu, kamu bisa pula memilih untuk melakukan perjanjian dengan menjanjikan pencapaian penghargaan tertentu pada masa perkuliahan.

  • 5

    Jalani kuliah dengan usaha maksimal

    Setelah melakukan berbagai upaya dalam meyakinkan orang tua, maka kamu tinggal menjalani kuliah secara maksimal. Hal ini wajib kamu lakukan, terlepas bahwa kamu pada akhirnya memilih jurusan kuliah sesuai dengan keinginan orang tua atau keinginanmu sendiri. Apalagi, pendidikan di masa kuliah merupakan salah satu tahapan penting dalam meniti karier di masa depan.

 

Pertimbangan Dalam Memilih Jurusan Kuliah

Biar bisa belajar nyaman serta lulus dengan nilai memuaskan, memilih jurusan kuliah yang tepat adalah opsi terbaik. Hal ini berlaku tidak hanya ketika mengikuti pilihan jurusan dari orang tua ataupun kamu sendiri. Ada beberapa pertimbangan yang dapat digunakan sebagai landasan dalam memilih sebuah jurusan, yakni:

 

  • 1

    Ketertarikan

    Hal pertama yang harus kamu perhatikan dalam memilih jurusan kuliah adalah, pastikan kamu tertarik dengan jurusan tersebut. Ketika kamu tidak suka dan bahkan benci dengan jurusan, bisa dipastikan kamu tidak akan suka dalam aktivitas belajar mempelajari ilmu di dalamnya.

    Cara untuk mengetahui ketertarikan terhadap sebuah jurusan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, kamu bisa melihat nilai tertinggi yang sering kamu raih ketika SMA. Selain itu, kamu juga dapat mengetahui ketertarikan pada jurusan kuliah dengan mengikuti tes minat bakat serta kepribadian.

  • 2

    Kemampuan yang dimiliki

    Pertimbangan berikutnya yang harus kamu perhatikan ketika memilih jurusan kuliah adalah kemampuan. Kamu harus memastikan bahwa kemampuanmu sesuai dengan jurusan yang bakal dipilih. Namun, kamu perlu tahu bahwa tak semua jurusan di perguruan tinggi memiliki korelasi dengan mata pelajaran di SMA.

    Hal yang menjadi catatan pada poin ini adalah, kamu jangan memilih jurusan yang nyata-nyata kamu tak memiliki kemampuan di dalamnya. Sebagai contoh, ketika SMA kamu memiliki nilai matematika yang pas-pasan. Lalu, ketika kuliah, kamu memutuskan untuk masuk ke jurusan yang berkaitan erat dengan perhitungan matematis, seperti Matematika, Fisika, Teknik Elektro, Teknik Fisika, dan sebagainya.

    Kalau kamu melakukan hal tersebut, bisa dipastikan bahwa kamu hanya akan memperoleh prestasi biasa-biasa saja di perguruan tinggi. Impian untuk bisa lulus dengan IPK tinggi hanya sekadar angan-angan. Malahan, kamu bakal melihat banyak huruf C pada transkrip nilai ijazah.

  • 3

    Peluang kerja di masa depan

    Pemilihan jurusan di perguruan tinggi harus dilakukan dengan mempertimbangkan peluang kerja di masa depan. Tak bisa dimungkiri, setiap orang yang menjalani pendidikan di tempat kuliah, berkeinginan untuk memperoleh pekerjaan yang terhormat.

    Oleh karena itu, pastikan untuk melakukan riset terkait peluang kerja dari lulusan dari sebuah jurusan. Di samping itu, kamu juga perlu melihat perkembangan industri kerja yang ada. Pastikan bahwa jurusan yang kamu pilih, tenaga alumninya masih dibutuhkan.

  • 4

    Potensi pemasukan yang bisa didapatkan

    Selain memperhitungkan peluang kerja, kamu juga perlu memperhatikan potensi penghasilan yang bisa didapatkan. Ingat, kamu bakal belajar mati-matian ketika kuliah. Jangan sampai perjuanganmu semasa kuliah ternyata memperoleh penilaian yang sangat rendah ketika masuk ke dunia kerja.

    Lakukan sedikit riset mengenai lulusan jurusan di perguruan tinggi yang punya potensi pendapatan tinggi. Kalau berdasarkan riset yang dilakukan oleh PayScale, para alumni jurusan Matematika, Ekonomi, Ilmu Komputer, serta Teknik merupakan tenaga kerja yang dibayar tinggi oleh perusahaan.

  • 5

    Ketertarikan pada karier pekerjaan tertentu

    Terakhir, kamu perlu memiliki gambaran nyata tentang pekerjaan yang ingin didapatkan di masa depan. Selanjutnya, pastikan bahwa pekerjaan itu masih dibutuhkan dalam beberapa tahun ke depan. Tak lupa, kamu perlu pula untuk memperhitungkan kelayakan penghasilan dari pekerjaan tersebut.

    Setelah mempertimbangkan semua itu, kamu bisa memilih jurusan yang sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan. Tak lupa, kamu juga perlu melengkapi diri dengan mengikuti berbagai kursus untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu.

 

Itulah tips lengkap yang bisa kamu gunakan dalam upaya memilih jurusan kuliah yang tepat. Ingat, apapun pilihannya, baik yang berasal dari diri kamu sendiri ataupun orang tua, pertimbangkan secara matang. Apalagi, pilihan jurusan kuliah tersebut berdampak besar pada masa depanmu.