Lebaran bersama Pandemi Covid-19

1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada tanggal 24 Mei 2020 di mana seluruh ummat muslim di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh sukacita. Namun, lebaran tahun ini terasa berbeda. Sejak bulan Maret 2020, Indonesia menjadi negara yang terdampak Covid-19. Yang mengharuskan beberapa daerah menerapkan PSBB dan juga pemerintah melarang masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Hal itu menyebabkan suasana lebaran terasa berbeda.

Beberapa daerah terutama yang memiliki banyak pasien kasus positif Covid-19, untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri ditiadakan dan diganti dengan sholat di rumah. Namun, ada beberapa tempat juga yang masih menggelar Sholat Idul Fitri dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Di tahun sebelumnya, lebaran selalu identik dengan bersalam-salaman berkeliling rumah tetangga, keluarga untuk bersilaturahmi dan saling bermaaf-maafan. Tak lupa juga saling mencicipi hidangan lebaran yang tersaji apik di meja dan saling bertukar cerita diselingi canda tawa.

Namun lagi dan lagi, semua hal yang biasa dilakukan itu kali ini menjadi sesuatu yang dirindukan. Rindu untuk bersalam-salaman, rindu untuk bersilaturahmi, rindu ingin bertemu dan rindu ingin bercanda seperti biasanya. Jika bisapun kini tak bisa bersalaman langsung dan berbicarapun terhalang masker kain yang memang wajib dipakai untuk memotong rantai penularan Covid-19.

Memang ini untuk pertama kalinya segala kegiatan yang sudah terencana harus rela untuk ditunda, harus rela tidak berjumpa dengan keluarga dan sanak saudara. Semuanya dilakukan untuk kesehatan bersama. Agar silaturahmi tetap terjalin, ucapan-ucapan maaf dan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kini dilakukan secara online menggunakan pesan singkat ataupun layanan video call. Untuk mengobati rindu, banyak juga yang melakukan video call dengan keluarga, saudara dan teman secara pribadi maupun group call. Berterimakasihlah pada programmer yang berhasil membuat fitur video call, karena setidaknya kita masih bisa bertatap muka walau raga kita berjauhan.

Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir bathin. Lekas pulih negeriku dari Covid-19 agar kita semua bisa segera bertemu dengan keluarga, sanak saudara dan teman untuk bersilaturahmi yang sempat tertunda.