Mengenal Jurusan Teknik Industri Lebih Dalam

Yuk, mengenal jurusan Teknik Industri lebih dalam, mulai dari karakter person yang dicari hingga prospek karir dan gaji yang menggiurkan!

 

Teknik Industri adalah salah satu jurusan studi tingkat perguruan tinggi yang merupakan terusan dari peminatan IPA di bangku SMA. Dibandingkan bidang studi teknik lainnya, Teknik Industri dikenal cenderung lebih ‘sosial’. Hal ini dikarenakan dalam penerapannya, cakupan bahasan dalam Teknik Industri juga melibatkan cukup banyak studi manajemen walau sesungguhnya jurusan ini merupakan turunan dari Teknik Mesin.

Mengapa Memilih Teknik Industri?

Bagaimanapun, sebagaimana jurusan teknik yang lain, salah satu kompetensi dasar wajib untuk menguasai Teknik Industri adalah kemampuan di bidang fisika. Adapun fokus dari Teknik Industri adalah perancangan, peningkatan, dan pemasangan sistem terintegrasi yang dapat diwujudkan melalui sinergi peranan material, energi, peralatan, dan manusia. Adanya keterkaitan antara sistem dan manusia inilah yang membuat tubuh dari Teknik Industri tersusun atas tiga bagian utama, yakni manufaktur, manajemen industri, dan tekno ekonomi.

Karena itu, bila kamu menyukai dunia manajemen dan teknik sekaligus, Teknik Industri boleh jadi pilihan studi yang tepat. Keunikannya berupa lintas berbagai disiplin ilmu dapat menjadi bekal yang baik untukmu bersaing di dunia kerja nantinya. Apalagi melihat potensi perekonomian dan industri di Indonesia dan dunia yang semakin maju, mempunyai kompetensi di dua bidang sekaligus dapat membantumu berkompetisi mengejar karir.

Berapa Besarnya Gaji Lulusan Teknik Industri?

Mengingat cakupan pembelajaran Teknik Industri yang cukup luas, pilihan lapangan pekerjaan yang dijanjikan pun juga sama luasnya. Paling tidak, lulusan Teknik Industri bisa masuk ke dalam lingkungan kerja untuk divisi produksi, engineering, maintenance, hingga HRD. Tentu saja, keberagaman peluang ini juga membuka keberagaman besarnya pendapatan yang akan diperoleh.

Namun, secara umum, rerata gaji lulusan S1 Teknik Industri untuk perusahaan swasta (non-BUMN) di dalam negeri berkisar di angka 4 hingga 6 juta per bulan untuk dua tahun pertama. Walau begitu, peluang untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi sangat terbuka terutama bila kamu mempunyai keahlian khusus yang biasanya disertai dengan sertifikat (melalui proses sertifikasi). Jika kamu juga telah memiliki pengalaman kerja yang mendukung, perusahaan biasanya akan menawarkan pendapatan yang lebih tinggi.

Apa Saja Cakupan Materi Kuliah Teknik Industri?

Kemunculan disiplin ilmu Teknik Industri tidak lain dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan akan peningkatan level efisiensi dan produktivitas dalam sebuah sistem produksi. Jurusan ini akan memberikan kemampuan dalam melakukan analisis dan memberikan solusi dalam sebuah permasalahan industri bukan melalui konsep pendekatan parsial, melainkan konsep pendekatan sistem. Demi mencapai target inilah, beberapa materi dasar yang perlu diberikan dalam studi Teknik Industri antara lain sebagai berikut.

  1. Matematika
  2. Teori Probabilitas
  3. Kalkulus
  4. Matriks dan Ruang Vektor
  5. Fisika Dasar
  6. Kimia Dasar
  7. Gambar Teknik
  8. Material Teknik
  9. Mekanika Teknik Dasar
  10. Statistika Industri
  11. Elektronika Industri
  12. Psikologi Industri
  13. Proses Manufaktur
  14. Praktikum Perancangan Sistem Terintegrasi
  15. Analisis Biaya
  16. Pemodelan Sistem
  17. Rekayasa Sistem Kerja
  18. Pengendalian dan Penjaminan Mutu
  19. Perencanaan dan Pengendalian Produksi
  20. Otomasi Sistem Produksi
  21. Ekonomi Teknik
  22. Sistem Produksi
  23. Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja
  24. Organisasi dan Manajemen Perusahaan Industri
  25. Proyek Rekayasa Interdisiplin
  26. Perancangan Tata Letak Pabrik
  27. Sistem ERP
  28. Pemodelan Stokastik

Di samping beberapa mata kuliah yang cukup spesifik di atas, mata kuliah dasar seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Agama, dan Pendidikan dan Kewarganegaraan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Beberapa mata kuliah terkait industri yang lebih spesifik seperti Dasar Teknik Telekomunikasi misalnya, pun sangat mungkin diberikan sebagai bahan pembelajaran sesuai dengan kebijakan universitas atau institut yang bersangkutan.

Normalnya, masa studi S1 Teknik Industri adalah delapan semester dan setara dengan empat tahun dengan gelar berupa Sarjana Teknik alias S.T.. Namun, kamu juga bisa untuk menempuh waktu belajar dengan lebih cepat. Hal ini tergantung dari kebijakan perguruan tinggi atau fakultas tempatmu menuntut ilmu.  Umumnya, keberadaan Semester Pendek alias SP (atau biasa juga disebut Semester Antara alias SA) bisa membantu mempercepat proses studi di samping kebijakan untuk mengambil mata kuliah atas pada semester reguler sesuai dengan persyaratan yang ditentukan (biasanya dengan batas IPK minimal 3,00).

Apa Saja Ruang Lingkup Teknik Industri?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, secara umum Teknik Industri terbagi atas tiga bagian besar utama: manufaktur, manajemen, dan tekno ekonomi.

 

  • 1

    Sistem Manufaktur

    Bidang studi ini menggunakan pendekatan teknik industri dalam rangka meningkatkan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral dalam sebuah produksi industri. Adapun faktor-faktor yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah integrasi antara manusia, mesin, material, energi, dan informasi yang dilakukan melalui proses perencanaan, perancangan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan terus menjaga harmonisasi antara manusia dengan lingkungan kerjanya. Lebih spesifik, beberapa bidang keilmuan yang menjadi pokok bahasan dalam sistem manufaktur antara lain Sistem Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, dan Ergonomi.

  • 2

    Manajemen Industri

    Pada bidang keahlian ini, pendekatan teknik industri dimanfaatkan dalam aktivitas penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha yang dilakukan melalui fungsi dan proses manajemen. Adapun sebagai tumpuan utamanya adalah keunggulan sumber daya manusia sendiri dalam menghadapi berbagai gejolak yang mungkin timbul di dalam lingkungan usaha dengan sifat yang dinamis. Beberapa jenis bidang keilmuan yang secara khusus akan dibahas dalam manajemen industri antara lain Ekonomi teknik, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan, Manajemen Keputusan, Manajemen Inovasi, dan Manajemen Kualitas.

  • 3

    Sistem Industri dan Tekno Ekonomi

    Pendekatan industri pada bidang keahlian sistem industri dan tekno ekonomi dipakai untuk meningkatkan daya saing sistem integral yang tersusun atas bahan baku, energi, teknologi, informasi, infrastruktur, dan tenaga kerja. Dalam pembelajarannya, beberapa mata kuliah yang akan diberikan untuk memenuhi kompetensi bidang keahlian ini antara lain OR (Operational Research), Sistem Basis Data, Statistika Industri, Logika Pemrograman, dan Sistem Logistik.

 

Karakter Seperti Apa yang Sesuai untuk Jurusan Teknik Industri?

Sebenarnya, siapa saja mempunyai hak yang sama untuk memilih bidang studi apa yang akan ditempuh. Namun, di sisi lain, masing-masing bidang keilmuan pun sesungguhnya juga menuntut karakter tertentu dari pihak penuntut ilmunya. Kesesuaian ini sangat penting untuk kamu perhatikan untuk meminimalisasi terjadinya fenomena ‘salah jurusan’ atau ‘penyesalan’ yang bahkan tidak jarang berujung pada rasa tertekan hingga putus studi.

Untuk itu, kalau kamu sedang bingung menentukan jurusan kuliah, coba perhatikan dulu karakter person seperti apa yang dibutuhkan di Teknik Industri seperti berikut ini.

  • Teliti
  • Tekun
  • Memperhatikan detail
  • Rasional
  • Bekerja dengan sistematis
  • Independen
  • Senang melakukan analisis
  • Senang bekerja sendiri
  • Senang melakukan kalkulasi
  • Senang melakukan riset
  • Senang memecahkan masalah
  • Menyukai efisiensi
  • Menyukai fisika, kalkulus, dan kimia

Di samping karakter di atas, pastikan kamu juga ingat bahwa Teknik Industri merupakan gabungan antara manajemen dan teknik. Sepintas gambaran ini seolah tidak akan memberatkan, tetapi sebaliknya, kamu justru harus siap untuk menghadapi kompleksitas dari sebuah industri dengan melihat dari sisi teknologi dan manajerial.

Apa Saja Pertimbangan Sebelum Memilih Teknik Industri?

Bangku kuliah merupakan langkah pertama dalam menentukan karir di masa mendatang. Untuk itu, memilih jurusan studi juga membutuhkan berbagai pertimbangan yang matang. Pun bila kamu sedari awal tertarik untuk berkecimpung di Teknik Industri, selagi ada waktu, kembali pikirkanlah beberapa hal berikut ini.

 

  • 1

    Sesuaikah dengan minatmu?

    Minat alias passion adalah hal paling mendasar yang bisa kamu jadikan acuan. Dengan karakter Teknik Industri yang telah secara umum digambarkan di atas, benarkah jurusan ini yang menjadi minatmu? Paling tidak, bila tertarik dengan Teknik Industri, kamu memiliki kecenderungan ketertarikan pada hal-hal yang membahas mengenai produksi barang-barang penunjang kebutuhan hidup manusia, baik berupa hardware, techno-ware, info-ware, hingga human-ware.

  • 2

    Apa yang menjadi motivasimu?

    Bicara soal motivasi, tentu ada banyak yang menjadi pendorongmu untuk memilih Teknik Industri. Setiap motivasi juga tidak salah, baik motivasi dari sisi prospek kerja, keluarga, dan sebagainya. Idealismemu adalah hal yang sah-sah saja selama kamu benar-benar mengetahui apa saja konsekuensi yang akan diperoleh dengan keputusan tersebut dan siap untuk menerimanya. Dengan demikian, kamu pun jadi lebih kuat dan tidak pantang menyerah bila suatu ketika terjadi semacam kesulitan. Alih-alih merasa down, kamu justru akan jadi lebih merasa tertantang dan bangkit demi mencapai tujuan yang diciptakan.

  • 3

    Mampukah kamu bertahan?

    Masih berhubungan dengan pertimbangan sebelumnya, tanyakan pada dirimu sendiri mampukah nantinya kamu bertahan? Sepintas terlihat mudah, tetapi kuliah juga bukan hanya soal akademis. Paling tidak, dengan gambaran kehidupan mahasiswa Teknik Industri dari sisi bahan pembelajaran yang akan diperoleh dan karakter yang dibutuhkan, kamu tentu bisa memperkirakan bisa atau tidak untuk bertahan.

  • 4

    Benarkah pekerjaan ini yang kamu inginkan?

    Ketika mencari-cari jurusan kuliah apa yang akan diambil, kamu tentu juga mempertimbangkan prospek kerja yang memungkinkan nantinya. Sebisa mungkin, kamu tentu ingin waktu empat tahun yang dihabiskan untuk belajar di perguruan tinggi juga akan digunakan di karirmu, bukan? Oleh karena itu, cobalah untuk menggali lebih banyak informasi terkait lapangan pekerjaan yang memungkinkan untuk Teknik Industri. Sudah sesuaikah dengan yang selama ini kamu cita-citakan?

 

Bagaimana Prospek Kerja dan Karir Lulusan Teknik Industri?

Sebagaimana yang diketahui, industri merupakan sektor ekonomi yang sangat fundamental di dalam negara-negara maju. Pertumbuhan industri terus meningkat dan meluas mengakibatkan peluang untuk bekerja juga semakin terbuka lebar.

Bahkan di Indonesia dengan status sebagai negara berkembang yang mulai melangkah maju, pertumbuhan industri juga semakin meningkat. Nyatanya, industri pun menjadi sektor yang memberikan kontribusi ekonomi paling tinggi di antara sektor lainnya. Artinya, peluang untuk mengejar karir sesuai dengan bidang studi Teknik Industri terbuka sangat lebar.

Prospek kerja lulusan Teknik Industri tidak hanya berkutat menjadi bagian dari perusahaan komersial tertentu. Dengan bekal ilmu yang dimiliki, kamu yang cenderung enggan untuk bekerja di lingkungan kerja ‘formal’ juga sangat mungkin untuk memperoleh karir cemerlang dengan cara independen seperti konsultan. Atau, bila kamu lebih ingin terjun dalam dunia akademisi, menjadi tenaga pengajar juga hal yang sangat memungkinkan.

Nah, agar lebih jelas, berikut adalah beberapa prospek kerja lulusan Teknik Industri yang bisa kamu pertimbangkan.

 

  • Divisi HRD (Human Resource Development)

    Siapa bilang bekerja di bagian HRD hanya untuk orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan jurusan Psikologi? Kendati bidang ini cukup terbatas, tetapi kamu sebagai lulusan Teknik Industri justru punya kesempatan untuk berkarir di bidang HRD.

    Mengapa demikian? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, proses pendidikan yang ditempuh juga mengharuskanmu mempelajari ilmu manajemen di samping ilmu teknik. Kamu jadi memiliki kemampuan untuk menilai pengembangan sumber daya manusia dari aspek pengembangan industri. Di samping itu, kehadiranmu yang ‘berbeda’ di divisi HRD juga bisa menjadi warna baru bagi perusahaan. Pasalnya, kamu dapat memberikan penilaian potensi calon karyawan dengan lebih variatif, yakni melihat dari sudut pandang keterkaitan dengan kebutuhan dan pengalaman bidang produksi, maintenance, dan sebagainya. Dengan begitu, kamu pun dapat merekrut orang-orang yang tepat sesuai dengan visi dan misi perusahaan .

  • Divisi Produksi

    Kalau untuk yang satu ini, sudah pasti jelas, kan? Digembleng dengan materi tentang manufaktur dan produksi selama bertahun-tahun tentu akan sangat sinergis dengan aktivitas kerja di bidang ini.

    Prospek kerja di bidang produksi tidak akan jauh dari hal-hal yang berhubungan dengan pengendalian, optimalisasi, pemeliharaan, dan perbaikan dalam sebuah proses manufaktur. Bila dalam tahap awal, posisi yang paling memungkinkan adalah analis produksi. Tanggung jawabmu adalah memberikan penilaian terhadap keseluruhan aspek proses produksi dalam industri tempatmu bekerja. Percayalah, posisi ini sangat krusial. Pasalnya, efektivitas dan efisiensi kinerja produksi di tempatmu bekerja akan sangat bergantung terhadap hasil analisis yang kamu lakukan.

  • Divisi Pengendalian Mutu (Quality Control)

    Sering melihat lowongan pekerjaan bagian QC alias Quality Control? Nah, anak-anak lulusan Teknik Industri adalah kandidat yang sangat kuat untuk bidang ini. Sesuai namanya, pekerjaan ini akan mengharuskanmu untuk memastikan sistem produksi beserta hasil keluarannya terpantau dengan seksama dan sesuai standar sehingga meminimalisasi kecacatan produk. Adapun tiga elemen utama yang akan menjadi pantauanmu adalah proses produksi, peralatan yang digunakan, dan sumber daya manusia alias pekerja.

    Posisi quality control sendiri sebenarnya sangatlah luas. Kamu tidak terpaku hanya pada industri yang menghasilkan produk atau barang saja. Bahkan, kamu bisa berkarir di instansi bisnis seperti hotel, rumah sakit, dan sebagainya. Job desc­-nya pun tidak jauh berbeda, yakni memastikan bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai prosedur dan standar yang ditetapkan.

  • Divisi SHE (Safety, Health, and Environment)

    Kalau tertarik untuk melanjutkan studi di jurusan Teknik Industri tapi belum pernah mendengar divisi ini di dalam sebuah perusahaan, mungkin kamu perlu lebih memperluas informasi. Pasalnya, divisi ini merupakan salah satu lahan untukmu menjajaki karir sesuai dengan keahlian yang diperoleh di bangku kuliah.

    Bekerja di Divisi SHE akan mengharuskanmu membuat program keselamatan dan kesehatan untuk para pekerja yang berada di bawah naungan perusahaan tempatmu bekerja. Di samping itu, kamu juga akan ditugaskan untuk memeriksa setiap perlengkapan dan peralatan kerja pekerja agar sesuai standar keselamatan kerja yang telah ditetapkan. Umumnya, divisi ini lebih banyak berada di industri yang bergerak di bidang infrastruktur sebab mengharuskan keselamatan kerja yang cenderung lebih ketat dibandingkan industri lainnya.

    Satu lagi tanggung jawab yang mungkin akan kamu peroleh adalah membuat program untuk menjaga lingkungan sekitar agar tidak terimbas pencemaran yang mungkin dihasilkan dari aktivitas perusahaanmu. Jika suatu ketika diadakan temuan bahwa perusahaan tempatmu bekerja memberikan efek pencemaran pada lingkungan sekitar, maka kamu pun akan berurusan dengan pemerintah. Bahkan, aksi demonstrasi yang mungkin sering kamu lihat di berita maupun film juga bukan tidak mungkin terjadi.

  • Divisi Engineering dan Maintenance

    Dua bidang ini memiliki keterkaitan yang sangat erat. Divisi engineering membutuhkanmu untuk memastikan kelancaran mesin-mesin produksi yang digunakan untuk dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Biasanya, lulusan Teknik Industri dipercaya untuk menjabat di posisi Head of Engineering yang bertugas untuk mengoordinasi tim engineering dalam melakukan pengaturan mesin, mengatur jadwal maintenance, memastikan spare part mesin diganti secara berkala dengan produk yang tepat, dan bertanggung jawab atas kualitas barang yang dihasilkan dari mesin produksi.

    Bila ditemukan adanya ketidaksesuaian fungsi alat, maka divisi maintenance pun menjadi pihak yang bertanggung jawab. Bekerja sama dengan engineering, kamu dan tim perlu memastikan bahwa mesin-mesin produksi selalu berada di dalam kondisi terbaiknya sehingga mampu melakukan produksi dengan optimal sesuai dengan kapasitas.

  • Divisi Sistem Informasi

    Betul tidak semua yang berada di divisi sistem informasi harus merupakan lulusan teknik informatika atau yang sejenis. Sebagai lulusan Teknik Industri, kamu mempunyai kesempatan untuk berkiprah di ranah ini untuk mengolah informasi. Pasalnya, persebaran informasi dalam era digital ini begitu cepat dan merupakan salah satu peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan bisnisnya.

    Kesempatan ini terbuka cukup luas, tidak terbatas pada perusahaan manufaktur maupun industri yang berskala besar. Sekarang, jumlah startup di Indonesia yang semakin banyak (bahkan menempati peringkat pertama di wilayah ASEAN dan nomor enam di dunia) menjadi peluang yang sangat positif. Terutama untuk pengelolaan informasi dari berbagai media sosial yang begitu cepat dan masif, tidak ada salahnya kamu mencoba bekerja di bagian ini.

  • Purchasing, Marketing, dan Sales Engineer

    Meski tidak detail dalam mempelajari ilmu dalam bidang ekonomi manajemen, lulusan Teknik Industri juga mumpuni untuk bekerja di bagian ini. Pengetahuan yang lebih luas terhadap bisnis produksi dan perusahaan menjadi modal utama untuk melakukan berbagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

    Studi Teknik Industri juga akan membiasakanmu untuk melihat sistem dari kacamata yang lebih luas. Dengan demikian, kamu pun akan terbantu untuk menilai dan membuat kebijakan dari sisi internal perusahaan tempatmu bekerja maupun perusahaan atau pihak lain yang akan menjadi klienmu. Pemahaman ini pun akan sangat bermanfaat dalam melakukan pendekatan .

  • Dosen

    Nah, kalau kamu lebih tertarik untuk bekerja dan meniti karir di bidang akademik, menjadi seorang dosen bisa jadi pilihan yang pas. Mengingat Teknik Industri ada cukup banyak tersebar di berbagai perguruan tinggi maupun swasta baik di Pulau Jawa maupun pulau-pulau lainnya, peluangmu untuk berkarir menjadi tenaga pendidik juga boleh dibilang cukup besar.

    Sebagaimana yang disyaratkan oleh pemerintah pusat, setiap dosen wajib memiliki latar belakang pendidikan paling tidak yang telah mencapai level pascasarjana alias S2. Bila berminat, pastikan kamu mengambil jurusan studi yang linier dari S1 hingga ke S2. Kamu juga bisa memanfaatkan berbagai kesempatan untuk memperoleh beasiswa studi S2 di dalam maupun luar negeri dengan pemberi beasiswa pemerintah, swasta, atau perguruan tinggi tujuanmu sendiri. Bahkan, ada pula pihak yang memberikan beasiswa jaminan dosen selepas kamu menyelesaikan studi berikut fasilitas pendidikan hingga tingkat doktoral alias S3.

 

Nah, itulah informasi seputar jurusan Teknik Industri. Mantap untuk meraih mimpi di sini?