Jurusan Teknologi Pangan

Teknologi Pangan merupakan salah satu program studi yang semakin diminati dari tahun ke tahun. Cari tahu segala hal yang berkaitan dengan jurusan ini mulai dari pelajaran hingga prospek kerjanya berikut ini.

 

Tertarik berkontribusi di bidang pengolahan hasil pertanian dan pangan? Kalau begitu, kamu wajib mempertimbangkan jurusan Teknologi Pangan untuk kuliah nanti. Bisa dikatakan, Teknologi Pangan merupakan turunan dari jurusan Pertanian.

Di Teknologi Pangan, kamu akan belajar seluk-beluk pertanian, ilmu gizi, hingga macam-macam teknik pengolahan makanan demi memastikan makanan yang diproses dapat memenuhi standar gizi yang layak bagi konsumen.

Prospek karier untuk lulusan Teknologi Pangan juga menjanjikan di industri pengolahan makanan dan kuliner. Jika ingin tahu lebih banyak tentang jurusan Teknologi Pangan, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Sekilas tentang jurusan Teknologi Pangan

Jurusan Teknologi Pangan di luar negeri dikenal dengan nama Food Technology atau Food-Tech. Bidang studi ini pertama kali dikenal saat ilmuwan Loius Pasteur berhasil menemukan teknik pengolahan susu yang kini dikenal dengan nama pasteurization. Di era modern ini, Teknologi Pangan sudah semakin berkembang dan menelurkan berbagai produk pangan yang diandalkan oleh jutaan manusia di seluruh dunia, contohnya saja produk teh celup, susu kental manis, gula pasir, hingga bubur instan.

Sesuai namanya, kamu mungkin sudah bisa menebak kalau Teknologi Pangan berkaitan erat dengan teknik dan penerapan teknologi mutakhir yang berhubungan dengan proses pengolahan makanan. Meski namanya memiliki embel-embel kata teknologi, kamu juga akan berkenalan dengan segala seluk-beluk ilmu pangan, mulai dari aspek biologis, fisika, hingga kimiawi. Ketiga hal tersebut juga meliputi studi tentang sortasi, pemrosesan hasil pertanian, pengawetan, penggunaan bahan pangan secara aman dan higienis, hingga ke ranah distribusi hasil pangan.

Karena ruang lingkupnya yang luas, kamu akan bertemu kembali dengan mata pelajaran sains seperti fisika, biologi, kimia, serta turunan pelajaran dari tiga bidang ilmu tersebut seperti biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa pangan. Intinya, selama mempelajari ilmu Teknologi Pangan, kamu memiliki tugas untuk memastikan hasil pertanian yang diolah menjadi produk pangan harus memenuhi standar gizi dan higiene untuk dikonsumsi masyarakat.

Kenapa memilih Teknologi Pangan?

Industri pangan dan kuliner yang selalu berkembang serta tak pernah sepi peminat seharusnya dapat menjadi alasan menarik untuk mempertimbangkan Teknologi Pangan sebagai program studi pilihan. Dilihat dari permintaan pasar dan keahlian yang dimiliki para lulusan Teknologi Pangan, kamu bisa memperoleh karier gemilang. Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, masih ada beberapa alasan lain kenapa kamu harus mempertimbangkan Teknologi Pangan sebagai jurusan kuliah kelak, seperti:

 

  • Dengan ilmu yang didapat, kamu bisa turut berkontribusi menciptakan ketahanan pangan yang stabil untuk negara

    Pangan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Pengetahuan mendalam soal pangan dan berbagai teknik pengolahannya tentu dapat membawa kamu untuk turut berkontribusi bagi ketahanan pangan tanah air kita. Misalnya, kamu dapat melakukan riset tentang diversifikasi pangan agar penduduk di suatu daerah dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah tidak harus selalu bergantung pada satu jenis tanaman atau bahan pangan sebagai makanan pokoknya.

  • Kamu bisa belajar berbagai cabang ilmu sains yang berhubungan dengan pengolahan makanan

    Sebelumnya sudah disinggung bahwa pembelajaran Teknologi Pangan melibatkan berbagai cabang ilmu sains. Kamu tidak hanya dapat memperoleh teori tentang gizi makanan atau kandungan kimiawi yang terdapat pada hasil pertanian. Kamu pun dapat langsung mengimplementasikan pengetahuan tersebut dengan melakukan praktik pengolahan, pemrosesan, serta pengawetan makanan.

  • Bisa menjadi ahli gizi dan ahli pangan sekaligus

    Kamu akan mempelajari ilmu gizi dan pertanian jika memilih program studi Teknologi Pangan. Jadi bisa dibilang, kamu bisa mendapatkan pengetahuan ahli gizi dan ahli pangan saat lulus kelak. Hal tersebut tentu saja karena fokus dari jurusan Teknologi Pangan adalah segala hal yang berkaitan dengan proses pasca-panen.

  • Bagi yang senang bereksperimen dengan makanan, Teknologi Pangan akan menjadi jembatan yang tepat untuk kreativitasmu

    Mungkin banyak orang yang mengira jurusan Teknologi Pangan tidak berbeda jauh dengan program studi Ilmu Gizi atau Boga Kuliner. Meski menyangkut dua bidang ilmu tersebut, Teknologi Pangan memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Dengan minat di bidang pengolahan makanan dan pengetahuan sains, kamu dapat bereksperimen membuat terobosan baru di bidang pangan dan gizi.

    Nah, di jurusan Teknologi Pangan, kamu dapat memperoleh sarana untuk menyalurkan kreativitas kamu dalam menciptakan kreasi rasa baru dalam produk makanan, contohnya.

  • Memiliki modal untuk berwirausaha di bidang pangan

    Tak hanya fokus di bidang sains dan implementasi teknologi pada produk pangan, program studi Teknologi Pangan juga membekali mahasiswanya dengan pengetahuan seputar komersialisasi produk agar lulusannya kelak dapat menjadi wirausahawan yang berkualitas. Kamu akan diajari bagaimana teknik distribusi produk pangan yang tepat serta layak konsumsi. Siapa tahu, kelak kamu dapat menjadi pengusaha industri pangan terkaya di Indonesia selanjutnya.

 

Perguruan tinggi dengan jurusan Teknologi Pangan terbaik di Indonesia

Berdasarkan data akreditasi yang dihimpun Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT), berikut beberapa perguruan tinggi di Indonesia dengan jurusan teknologi pangan terbaik di Indonesia:

 

  • Institut Pertanian Bogor

    Jurusan Teknologi Pangan IPB mendapatkan akreditasi A dan merupakan salah satu jurusan terfavorit. Persaingan untuk dapat diterima di jurusan Teknologi Pangan IPB pun cukup ketat. Dari tahun ke tahun, IPB hanya menyiapkan daya tampung 30-an kursi untuk jurusan Teknologi Pangan, ditambah lagi dengan nilai passing grade di atas 50%. Karenanya, jika kamu berminat untuk kuliah di jurusan Teknologi Pangan IPB, persiapkan dari jauh-jauh hari agar dapat bersaing dengan ribuan calon mahasiswa lainnya.

  • Universitas Gadjah Mada

    Selain IPB, jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM pun banyak diincar pelajar jurusan IPA. Persaingan untuk diterima di Teknologi Pangan UGM juga cukup ketat. Passing grade-nya konsisten berada di kisaran angka 40%. UGM pun hanya membuka daya tampung sebanyak 30-an mahasiswa baru untuk jurusan ini

  • Universitas Padjadjaran

    Jurusan Teknologi Pangan Unpad pun sudah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT pada tahun 2016. Bisa dikatakan, Teknologi Pangan merupakan jurusan pilihan kedua di sini. Jumlah kuota mahasiswa yang diterima di jurusan ini berada pada angka 60-an dengan passing grade sekitar 32%. Dengan jumlah tersebut, peluang untuk diterima di jurusan Teknologi Pangan Unpad bisa dikatakan cukup besar. Namun perlu diingat, peminat jurusan ini pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

  • Universitas Jenderal Soedirman

    Sama seperti Unpad, jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Unsoed juga memiliki ritme persaingan yang relatif aman. Passing grade jurusan ini berada di angka 31,2% pada tahun 2017 lalu. Dibandingkan dengan Unpad, persentasenya masih lebih kecil. Kemungkinan kamu untuk diterima di sini pun bisa lebih besar.

 

Mata kuliah yang dipelajari di jurusan Teknologi Pangan

Ketika diterima di jurusan Teknologi Pangan, kamu akan mendapatkan mata kuliah pengantar di tahun pertama kuliah. Artinya, kamu masih akan bertemu mata pelajaran sains selama SMA. Barulah di semester-semester lanjut kamu mulai dihadapkan dengan mata kuliah jurusan serta praktik laboratorium yang katanya lumayan menguras waktu, terutama jika sudah ditugasi menulis laporan praktikum.

Sebagai gambaran, kira-kira inilah beberapa mata kuliah yang akan kamu pelajari di jurusan Teknologi Pangan:
• Kalkulus
• Biologi Dasar
• Fisika Dasar
• Kimia Organik
• Kimia Analitik
• Kimia Fisik
• Mikrobiologi Dasar
• Kimia Pangan
• Biokimia Pangan Dasar
• Mikrobiologi Pangan
• Satuan Operasi Industri Pangan
• Prinsip Proses Pengolahan Makanan
• Teknologi Fermentasi Pangan
• Prinsip Teknik Pangan
• Karakteristik Bahan Pangan
• Teknologi Pengolahan Pangan
• Evaluasi Sensori
• Analisis Pangan
• Peraturan Pangan
• Jaminan Mutu Pangan
• Bahan Tambahan Pangan
• Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan
• Evaluasi Biologis Komponen Pangan
• Pangan Fungsional
• Teknologi Flavor
• Teknologi Pengolahan Minyak dan Lemak
• Sistem Jaminan Halal
• Teknologi Pengalengan Pangan

Selain mata pelajaran jurusan di atas, kamu juga kemungkinan akan mendapatkan mata kuliah umum berdasarkan kebijakan universitas yang kamu pilih. Mata kuliah umum tersebut dapat berupa wawasan kewirausahaan, pendidikan Pancasila, serta bahasa yang materinya akan disesuaikan dengan kebutuhan program studi.

Karakter siswa yang sesuai dengan jurusan Teknologi Pangan

Tertarik untuk mempelajari seluk-beluk pengolahan makanan saja belum cukup agar dapat “menikmati” proses belajar di jurusan Teknologi Pangan. Kamu harus benar-benar memiliki tekad kuat serta semangat belajar yang tinggi agar dapat memaksimalkan minat dan bakatmu di bidang ini. Kira-kira karakter seperti apa yang sesuai dengan jurusan Teknologi Pangan? Jika kamu memiliki beberapa kriteria di bawah ini, kemungkinan besar kamu dapat diterima di jurusan Teknologi Pangan.

 

  • Senang melakukan riset

    Jika kamu memiliki rasa ingin tahu mendalam, kamu pasti gemar melakukan riset. Di jurusan Teknologi Pangan, kamu akan ditantang untuk melakukan riset demi riset dalam menemukan formula yang pas dalam proses pengolahan sebuah produk pangan.

  • Observan

    Kamu yang tidak abai dengan hal-hal sekitar dan memiliki kemampuan mengamati yang ciamik tampaknya akan sangat menikmati kegiatan praktikum dan riset di jurusan Teknologi Pangan. Setiap hal baru yang kamu dapat selama belajar dapat memacu semangatmu untuk terus-menerus menggali hal-hal yang kamu anggap menarik untuk diteliti.

  • Perhatian terhadap detil

    Dalam mengolah hasil pertanian untuk menjadi produk pangan, kamu dituntut dapat memperhatikan detil-detil terkecil demi memastikan gizi dan komponen penting dalam hasil tani tersebut tidak hilang setelah menjadi produk jadi. Nah, jika kamu memiliki sifat “awas” seperti ini, kamu bisa menjadi seorang food technologist yang andal.

  • Terstruktur

    Jika kamu terbiasa melakukan pekerjaan secara terorganisasi, kamu tidak akan kewalahan menghadapi ritme belajar di jurusan Teknologi Pangan. Kamu akan bertemu berbagai tugas bacaan, laporan praktikum, riset, dan praktik lapangan. Kalau kamu orangnya kurang teratur, kamu bisa merasa pusing sendiri saat dihadapkan dengan berbagai tugas.

  • Mampu bekerja secara individu maupun dalam tim

    Kamu akan sering melakukan penelitian dan tugas lab baik secara berkelompok maupun individu. Jika kamu mampu melakukan tugas bersama-sama maupun sendirian, kegiatan riset dan praktikum bisa terasa lebih menyenangkan, lho.

  • Rasional

    Untuk dapat berkontribusi di bidang riset, kamu harus memiliki kemampuan untuk mengutarakan pendapat secara rasional sesuai dasar argumen yang tepat. Kelak, kamu akan diminta menuliskan hasil riset sesuai dengan data empiris maupun teori. Jadi, kemampuan berpikir logis mutlak dibutuhkan.

  • Mandiri

    Ada kalanya, kamu harus melakukan riset di tempat yang berbeda dari teman-teman kuliahmu. Kalau kamu orangnya mandiri, kamu tidak akan gentar, sebab tanpa bergantung pada orang lain pun, kamu dapat mengatasi tugas kamu dengan baik.

  • Tekun dan teliti

    Kamu harus memiliki keinginan kuat dalam belajar dan mendapatkan hasil yang diharapkan. Di samping itu, ketelitian dalam memperhitungkan risiko dan hal-hal lainnya juga mutlak dibutuhkan saat belajar di jurusan Teknologi Pangan.

 

Prospek kerja lulusan Teknologi Pangan

Setelah lulus dari jurusan Teknologi Pangan, kamu berhak menyandang gelar Sarjana Teknik Pertanian (S.TP.). Berbekal ilmu yang didapat selama kuliah, kamu dapat memulai karier di bidang industri pangan. Jangan khawatir, prospek kerja untuk lulusan Teknologi Pertanian sangat besar kok, di antaranya:

 

  • Perusahaan boga dan pangan

    Industri pangan bisa jadi merupakan salah satu prospek bisnis yang tidak pernah kehilangan pasar. Dengan inovasi, industri pangan bisa memiliki prospek yang jauh lebih cerah dan menjanjikan. Tengok saja pertumbuhan pabrik pengolahan makanan di berbagai kawasan industri di Indonesia. Jumlahnya makin banyak dari tahun ke tahun, dari tingkat korporasi hingga industri rumahan.

    Keahlianmu sebagai lulusan Teknologi Pangan mutlak dibutuhkan untuk memastikan industri pangan tetap berkembang mengikuti zaman. Kamu dapat menyumbangkan ilmu untuk meningkatkan standar mutu produk makanan olahan atau membuat terobosan baru di bidang makanan sehat dan terjangkau.

  • Pemerintahan

    Kementerian pertanian, perindustrian, dan lembaga pemerintah lainnya seperti BPOM, LIPI, dan MUI juga memerlukan lulusan Teknologi Pangan untuk memverifikasi kelayakan pangan sekaligus menguji kandungan yang ada di dalamnya demi memenuhi standar halal.

    Agar dapat bekerja di lingkungan pemerintahan, sebagai lulusan Teknologi Pangan kamu harus mampu melayani masyarakat dengan baik, berwawasan luas, menguasai teknologi, serta mampu menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab.

  • Akademik

    Kamu juga bisa melanjutkan tongkat estafet ilmu Teknologi Pangan dengan menjadi tenaga pendidik di universitas maupun lembaga pendidikan non-formal. Kamu dapat memberikan pengetahuan seputar proses pengolahan makanan kepada orang-orang yang juga memiliki minat di bidang tersebut.

  • Wirausaha

    Jika kamu berminat meningkatkan laju ekonomi di daerah tempat tinggalmu, kamu bisa mengamalkan pengetahuan yang didapat semasa kuliah dengan mendirikan perusahaan pengolahan makanan berskala rumahan. Kamu dapat memberdayakan orang-orang di sekitar sekaligus memberikan edukasi seputar standar mutu produk pangan, gizi, serta kebersihan dalam proses pengolahan makanan.

 

Karier lulusan Teknologi Pangan

Karena prospek kerjanya luas, kamu dapat menemukan berbagai pilihan karier usai menyelesaikan studi di jurusan Teknologi Pangan. Beberapa pilihan karier yang dapat dipilih di antaranya:

 

  • Quality Assurance (Pengendali mutu produk makanan)

    Seiring tumbuh suburnya industri pengolahan hasil tani dan ternak, permintaan tenaga kerja dari lulusan Teknologi Pangan dan Pertanian pun kian meningkat. Lazimnya, lulusan baru banyak bekerja sebagai petugas pengendali mutu produk (quality assurance) di perusahaan pengolah makanan. Staf quality assurance memiliki tugas utama untuk memastikan produk pangan yang diolah memenuhi standar kelayakan yang sudah ditetapkan pihak atau lembaga yang berwenang.

    Contohnya, jika kamu bekerja sebagai petugas pengendali mutu di perusahaan makanan kaleng, kamu harus memastikan kemasannya tetap higienis serta produk pangan di dalamnya segar dan kualitasnya dapat dibuktikan melalui uji laboratorium.

    Jika tertarik berkarier di bidang ini, kamu harus menguasai standar mutu pangan yang berlaku dalam skala nasional maupun internasional, mampu menganalisis mutu pangan sesuai paramater yang ditetapkan, serta mampu menggali potensi pengembangan produk.

  • Pengembangan produk

    Karier di bidang pengembangan produk pangan bisa dikatakan memiliki persaingan yang ketat. Tidak semua lulusan baru dapat diterima berkarier di bidang ini. Ibaratnya, mereka yang bekerja di divisi pengembangan produk adalah pemegang resep rahasia produk. Bahkan, tidak jarang, gaji pegawai yang bekerja di bidang ini lebih tinggi dibanding pimpinan perusahaan.

    Jenjang karier untuk bidang pengembangan produk pun cukup menjanjikan. Posisi tertinggi yang dapat diraih staf di divisi pengembangan produk adalah Chef Technical Officer (CTO) atau bisa disebut juga sebagai Direktur Teknik.

    Jumlah pegawai di divisi pengembangan produk pun tidak terlalu banyak. Biasanya, untuk satu produk, hanya diperlukan maksimal dua orang staf. Jika ada 10 produk yang akan dikembangkan, maka satu divisi bisa dihuni 20 orang staff.

  • Konsultan gizi dan pangan

    Kamu bisa menyalurkan ilmu yang dimiliki dengan menjadi konsultan gizi dan pangan, baik untuk individu maupun perusahaan yang bergelut di bidang pangan. Untuk dapat berkarier sebagai konsultan gizi dan pangan, kamu harus memiliki pengetahuan mendasar seputar ilmu gizi, teknik pengolahan makanan, permasalahan konsumsi gizi, standar kelayakan produk pangan, serta pengetahuan mendalam seputar tren konsumsi pangan dari waktu ke waktu. Kamu juga harus memiliki kemampuan berbicara di muka umum, keahlian interpersonal, serta mampu menyampaikan gagasan rumit sesederhana mungkin agar dapat dipahami banyak orang.

 

Gaji lulusan Teknologi Pangan

Dengan prospek kerja yang menjanjikan, gaji lulusan Teknologi Pangan pun cukup menarik. Sebagian besar lulusan Teknologi Pangan biasanya berkarier di bidang pengendalian mutu produk (quality control). Untuk perusahaan industri makanan di ibu kota dan sekitarnya, gaji staf quality control biasanya berada di angka Rp3.000.000-Rp5.000.000.

Berbeda dari pegawai di bidang quality control, gaji lulusan teknologi pangan di bidang pengembangan produk bisa jauh lebih besar, terlebih bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman di bidang quality control selama bertahun-tahun. Di level CTO, gaji yang diperoleh bisa sampai belasan hingga puluhan juta.

Konsultan pangan dan gizi yang dipercaya perusahaan besar juga memiliki prospek gaji yang tak kalah menarik. Kamu setidaknya bisa mengantongi gaji minimal Rp4.000.000-Rp6.000.000. Dengan pengetahuan mengenai gizi, kamu pun dapat membuka jasa konsultasi gizi untuk orang-orang yang ingin berdiet atau menjadi konsultan gizi untuk para atlet profesional yang memerlukan pendampingan asupan gizi sehari-hari.

Penghasilan yang didapat dari berwirausaha di bidang pengolahan makanan pun sangat menggiurkan. Untuk industri makanan rumahan, kamu bisa meraup omzet hingga puluhan juta tiap bulannya. Pengusaha ekspor udang asal Surabaya, Irwan Yuli Priharto, misalnya memiliki omzet ratusan juta rupiah berkat bisnisnya tersebut. Sarjana Teknologi Pangan ini mengawali kariernya sebagai staf quality control di sebuah perusahaan pangan. Setelah naik jabatan, beliau mempelajari teknik pemasaran hingga akhirnya berhasil mendirikan perusahaan eksportir udang.

Daftar perguruan tinggi negeri yang memiliki program studi Teknologi Pangan

Jurusan Teknologi Pangan kini semakin mudah ditemukan di sejumlah perguruan negeri, baik negeri maupun swasta. Nah, kalau kamu berminat melanjutkan studi di jurusan Teknologi Pangan, inilah daftar perguruan tinggi negeri yang bisa dijadikan pilihan untuk SBMPTN dan SNMPTN:
• Universitas Padjadjaran
• Universitas Pasundan
• Universitas Brawijaya
• Universitas Gadjah Mada
• Universitas Diponegoro
• Universitas Pendidikan Indonesia
• Universitas Sebelas Maret
• Universitas Jenderal Soedirman
• Universitas Hasanuddin
• Universitas Sumatera Utara
• Universitas Udayana

Demikian informasi seputar jurusan Teknologi Pangan yang bisa dijadikan referensi dalam memilih jurusan kuliah. Kalau kamu masih belum yakin, cari tahu tingkat kecocokkan kamu dengan program studi Teknologi Pangan di sini. Tetap semangat belajar untuk mewujudkan cita-cita studi di jurusan dan universitas impianmu, ya!