Menjadi Mahasiswa yang dapat Memahami Dirinya Sendiri

Membentuk rasa percaya diri dengan mengenal diri sendiri 

Minggu, 27 Juni 2021 

Selamat Pagi, Siang, Sore, dan Malam bagi pembaca sekalian dimana pun kalian berada di saat membaca artkel ini. Memahami diri sendiri tidak semudah yang dibayangkan, perlu waktu yang lama bagi seseorang untuk mulai mengenal dirinya sendiri, setelah itu barulah kita dapat memahami diri sendiri. 

Banyak orang yang mengaku sudah paham akan dirinya sendiri, namun masih bingung dalam mencari passionnya. Beberapa tahun terakhir muncul istilah Insecure, Insecure adalah perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat seseorang merasa tidak aman.  

Perasaan Insecure ini menyerang banyak remaja, walaupun kondisi tersebut terbilang normal namun Insecure yang berlebihan mengakibatkan depresi karena sering membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain.  

Mahasiswa dan Insecure 

Dikutip dari media.neliti.com, Di Indonesia, rata-rata mahasiswa jenjang Strata 1 adalah mereka yang berusia 18-24 tahun, Banyak faktor yang dapat mempengaruhi Insecurity pada mahasiswa seperti masalah akademik, tekanan karena pergaulan, kehilangan orang yang dicintai, hingga kehilangan pekerjaan bagi mahasiswa yang sudah bekerja. 

Semakin bertambah usia maka rasa insecure akan terus meningkat bagi mahasiswa yang tidak memahami dirinya sendiri, hal tersebut akan berujung pada depresi dan rasa penyesalan yang akan membuat mahasiswa tersebut kehilangan jati dirinya. 

Gejala dan Tanda Insecure 

Dilansir dari alodokter.com, ada beberapa gejalan yang bisa menandakan seseorang memiliki perasaan Insecure, yakni : 

  1. Mencoba membuat orang lain merasa insecure juga 
  1. Memamerkan diri secara terselubung 
  1. Menceritakan pencapaian mereka setiap saat 
  1. Menyalahkan diri sendiri bila suatu hal tidak berjalan sempurna 
  1. Memiliki kepercayaan yang tipis terhadap orang lain 

Selain itu, Insecure dapat timbul dari pengalaman buruk, cara pandang negatif terhadap diri sendiri, dan prinsip yang terlalu perfeksionis namun tidak dapat diimbangi oleh dirinya sendiri. Sering kali kita mengalami kegagalan dan penolakan dari sekitar, mendapat penilaian buruk dari orang lain, dan lagi-lagi menginginkan segala sesuatu berjalan sempurna (Perfeksionis). 

Jangan Bandingkan dirimu dengan Orang Lain 

Tanpa disadari Insecure timbul karena kita terlalu fokus pada pencapaian orang lain dan membandingkan pencapaian tersebut dengan pencapaian diri sendiri. Sebagai mahasiswa dengan nilai IPS (Indeks Prestasi Semester) tak lebih dari 3 merasa rendah diri dihadapan mahasiswa lain dengan IPS lebih dari 3. 

Mahasiswa lain dengan umur yang sama sudah dapat pekerjaan disaat dirimu masih menganggur saja, hingga hal yang paling remeh seperti temanmu memiliki pacar sedangkan dirimu tidak. Hal-hal seperti itulah yang mengakibatkan orang insecure. 

Jangan lihat pencapaian orang lain dengan pandangan negatif seperti “Dia memang sudah pintar dari sananya”, “dia memang sudah punya orang dalam di perusahaan itu”, dan “Dia cuma modal wajah aja makanya dapat pacar”. Dibalik pencapaian mereka barangkali perjuangannya lebih berat dari yang kita bayangkan. 

Melihat pencapain orang lain memang sangat diperlukan karena dapat memotivasi kita, sebagai mahasiswa seharusnya lebih mampu untuk mencapainya. 

Mulai pahami dirimu sendiri 

Setiap orang memiliki cara memahami diri yang berbeda-beda, sangat mudah bagi sebagian orang dan sebagian orang lain berkata hal tersebut sangatlah sulit. Tidak sedikit juga yang berpikir lama untuk mengenal dirinya sendiri lalu muncul pertanyaan “Apakah saya memang orang yang seperti itu ?”. 

Cukup membingungkan bukan, tapi jangan khawatir karena tidak ada yang paling mengerti kamu selain dirimu sendiri, jika sudah kenal diri kita sendiri namun ragu, barangkali keraguan kita karena faktor orang lain yang menilai diri kita. 

Untuk meyakinkanmu untuk memahami diri sendiri, terdapat beberapa langkah yang dapat kalian praktekkan untuk kehidupan sehari-hari. 

  1. Bercerminlah dan pahami diri sendiri 

Memahami diri sendiri dapat dimulai dari bercermin, ambil kaca disekitarmu dan mulailah memandang orang yang tampak pada cermin itu. Mulailah berkaca dan sedikit melontarkan beberapa pertanyaan pada dirimu sendiri. 

Tuliskan pendapatmu tentang dirimu sendiri, bagaimana kamu, apa kelemahanmu, kelebihanmu, dsbnya. Sebagai mahasiswa yang aktif bekerja dan ingin lulus tepat waktu sudah pasti akan mengorbankan waktu mainnya, saat kita mulai mengorbankan sesuatu pasti hal tersebut membuat kita sedih. 

Namun jika kita sudah paham diri kita sendiri, pengorbanan tersebut ada karena kita ingin mengejar target yang memang kita inginkan. Siapa yang tidak ingin lulus tepat waktu dengan segala kesibukan yang ada. 

  1. Merenunglah sesekali 

Setelah kita bercermin dan mulai paham diri kita sendiri, sesekali renungkanlah pilihan yang sudah kalian tetapkan sebelumnya. Dengan permasalahan yang sama seperti diatas, maka kalian sudah pasti mengorbankan waktu main kalian untuk belajar dan bekerja. 

Awal-awal kalian masih termotivasi karena memang hal tersebut yang harus kalian lakukan, seiring berjalannya waktu dimana rasa jenuh menyerang pilihan kalian. di waktu itulah merenung merupakan langkah yang tepat untuk kalian praktekkan. 

“Apakah pilihan ini merupakan pilihan terbaik bagiku ?” 

Merenung bisa dimulai dari pertanyaan diatas, jika kalian merasa target awal merupakan pilihan terbaik berdasarkan pertimbangan yang sudah kalian pikirkan dengan matang, dengan merenung kalian akan mulai termotivasi kembali dan fokus dengan apa yang sudah kalian tetapkan. 

Namun jika pilihan tersebut bukan yang terbaik, bisa jadi dengan merenung kalian dapat merubah strategi kalian dalam mencapai target atau malah merubah target kalian. Keputusan tersebut hanya bisa diambil jika kita sudah paham apa maunya diri dan merenungkannya sesekali. 

  1. Dengarkan penilaian orang lain 

Bukan karena sudah kenal diri sendiri membuat kamu tidak mendengarkan penilaian orang lain. Penilaian orang lain sangat dibutuhkan jika orang tersebut merupakan teman dekat, sahabat, orang tua, hingga guru yang sudah kalian percaya. 

Yang paling mengerti dirimu adalah dirimu sendiri namun sangat penting untuk mendengar pendapat orang lain akan dirimu, walaupun pendapat orang lain sering kali jauh dari pendapatmu akan dirimu sendiri dan bahkan ada beberapa yang terkesan mengejek akan lebih baik jika dengarkan dulu atau istilahnya tampung aja dulu, barangkali dari penilaian orang lain kita dapat intropeksi diri. 

Jika kamu sedang sendiri maka bagaimanapun sifatmu tidak akan mengganggu orang lain, masalahnya saat kamu sedang bersama orang lain karena tidak semua orang mampu untuk memahami dirimu sendiri dan menerima sifat burukmu sehebat dirimu. 

  1. Melihat dan Mendengar lebih jauh 

Seringkali kita melakukan apa yang kita inginkan tanpa peduli dengan lingkungan sekitar selama target yang kita inginkan tercapai, tanpa kita sadari kita menyakiti orang sekitar dan bisa jadi kita menyakiti diri sendiri. 

Dalam memahami diri sendiri kita juga perlu melihat bagaimana perasaan orang-orang di sekitar kita, kita harus merepresentasikan diri kita pada posisi orang-orang disekitar kita. Melihat orang lain dengan sifat yang mungkin mirip denganmu dan merasakan bagaimana rasanya diperlakukan dengan caramu memperlakukan orang lain menjadikan dirimu paham akan pendapat orang lain terhadapmu. 

Beberapa cara diatas dapat kalian praktekan untuk membentuk kepercayaan atas dirimu sendiri, banyak orang yang tidak percaya diri karena mereka tidak paham akan dirinya sendiri, dan lebih banyak lagi orang yang tidak paham akan dirinya sendiri karena merasa insecure. 

Sebagai mahasiswa dengan nilai rata-rata bukan menjadikan dirimu rendah dimata orang lain karena bisa jadi targetmu bukan menjadi mahasiswa dengan nilai maksimal namun mahasiswa dengan prestasi lain seperti menjadi perwakilan kampus dalam olahraga tertentu atau perlombaan yang sesuai dengan mata kuliah yang kalian sukai.  

Source : 

https://www.shopback.co.id/katashopback/yuk-pahami-dirimu-dengan-4-cara-memahami-diri-sendiri-ini 

https://greatmind.id/article/memahami-diri-sendiri 

https://hellosehat.com/parenting/remaja/kesehatan-mental-remaja/krisis-identitas-adalah/