Puasa dengan Corona

Ramadhan 1444 H sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ya, ramadhan tahun ini banyak yang harus melaksanakan shalat tarawih dan tadarusan di rumah. Hal itu dikarenakan aturan PSBB yang sudah diterapkan di beberapa tempat sebagai cara untuk memutus penyebaran virus Covid-19 mengingat setiap harinya pasien positif selalu bertambah.

Namun, masih ada juga yang menggelar tarawih dan tadarusan di masjid padahal sudah ada himbauan dari masing-masing daerah untuk melaksanakan ibadah puasa di rumah. Tapi, tetap saja masih banyak yang melanggar aturan.

Di tahun-tahun sebelumnya, setiap menjelang berbuka kita disibukkan dengan berburu takjil, ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa. Tapi lagi-lagi tidak dengan tahun ini. Ramadhan kali ini kita disibukkan dengan membuat takjil sendiri-sendiri bermodalkan tutorial di YouTube, berkreasi sekreatif mungkin. Yang tadinya story instagram penuh dengan hidangan ala cafe saat buka puasa, kini story instagram penuh dengan kesibukkan belajar memasak serta hasil masakan yang ala kadarnya.

Bahkan tak sedikit juga yang masih terjebak di perantauan. Tidak bisa pulang ke rumah dikarenakan beberapa fasilitas kendaraan umum sudah dibatasi operasinya. Sehingga mereka harus bisa menahan rindu dengan keluarga di rumah dan hanya bisa berhubungan melaui handphone.

Biasanya kita juga sudah disibukkan dengan jadwal buka bersama dengan alumni TK hingga SMA. Tanpa sadar, seluruh waktu buka puasa yang kita punya dihabiskan bersama teman-teman bukan dengan keluarga dan tanpa sadar juga kita membuang waktu untuk hal yang tidak berguna.

Mungkin ini cara Allah agar kita bisa tetap berbuka dengan keluarga sehingga menjadikan kita lebih dekat dengan keluarga, dan juga menjadikan kita lebih sabar serta bersyukur atas apa yang menimpa kita. Mari tetap di rumah saja sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini.