Rasanya Jadi Cewek Yang Kuliah Jurusan Teknik

Teknik bukanlah jurusan yang banyak diminati oleh cewek pada umumnya. Meskipun mungkin ada beberapa yang memang memilki minat pada jurusan Teknik. Tetap saja pada kenyataannya cewek menjadi kaum minoritas di jurusan Teknik. Rumor yang beredar bahwa kehidupan di Teknik itu keras, mungkin menjadi salah satu penyebab sedikitnya cewek yang masuk ke jurusan ini. Belum lagi, kesibukan yang katanya bisa menelan waktu tidur dan waktu bersantai, itu juga membuat para cewek enggan memilih jurusan Teknik. Tapi nyatanya menjadi kaum minoritas diantara lingkungan Teknik memliki beberapa keasyikan juga. Simak keasyikan jadi cewek yang kuliah di jurusan Teknik, dengan seksama ya teman-teman.

Jurusan yang banyak diminati oleh cewek-cewek kebanyakan adalah jurusan psikologi, kedokteran, keguruan, dan kebidanan. Sebenarnya masih banyak lagi jurusan yan diminati oleh para cewek, namun empat jurusan tersebut kebanyakan terlintas dipikiran kaum hawa sedikit sekali yang memasukan jurusan Teknik pada jurusan incarannya.

Menurut mahasiswi yang sudah melaksanakan perkuliahan dijurusan Teknik, menurutnya menjadi mahasiswi di jurusan Teknik seperti keluar dari zona nyaman para cewek yang mempunyai kehidupan cukup santai. Cewek yang kuliah di jurusan Teknik terlihat keren dan hebat karena bisa menjalani kehidupan Teknik yang konon katanya keras dan jadwal kuliah yang padat. Menjadi kaum minoritas diantara kaum mayoritas yaitu cowok pun membuat para cewek merasa memiliki banyak bodyguard. Tentu hal tersebut dirasakan, karena teman-teman dalam lingkup Teknik adalah cowo. Mereka seringkali merasa menjadi cewek tomboy, namun pada kehidupan nyata mereka pun tidak kalah cantik dan modis. Karena menjadi  kaum minoritas, pada zaman sekarang ini para cewek tentunya lebih memperhatikan penampilan mereka.

Para mahasiswi yang kuliah di jurusan Teknik pun seringkali tampil menjadi diri mereka sendiri. Kebanyakan teman dari mereka adalah para cowok, dan hal tersebut membuat mereka lebih merasa nyaman untuk menjadi diri sendiri ketimbang saat mereka bergaul dnegan cewek. Mengapa demikian? Karena kaum adam sering kali lebih jujur, dan berteman berdasarkan kecocokan serta sifat alami. Dibandingkan kaum hawa yang sering memilah dan memilih teman berdasarkan penampilan. Tidak jarang juga gaya hidup para cewek ini berubah, yang tadinya suka berbelanja menjadi seseorang yang suka berpetualang. Uang jajan pun menjadi lebih irit jika menyangkut soal pengeluaran berbelanja keperluan cewek.

Pengalaman cewek yang berkuliah dijurusan Teknik pun membicarakan bahwa mereka menjadi terbiasa hidup lebih mandiri, dan bergerak cepat. Sikap teman-teman cowok yang menunjukan sikap mandiri dan gesit membuat para cewek dijurusan Teknik menyesuaikan diri dan belajar lebih banyak. Bahwa, usia perkuliahan bukanlah lagi usia anak-anak ataupun remaja yang manja. Namun seharusnya sudah memiliki sikap kemandirian dan kedewasaan yang jauh lebi matang dari sebelumnya. Sikap tersebut kebanyakan terbentuk secara alami seiring berjalannya waktu karena pergaulan sekitar.

Menyelam sambil minum air, begitulah pepatahnya. Cewek yang kuliah dijurusan Teknik pun bisa menerapkan pepatah ini selama masa perkuliahannya. Berkuliah sambil mencari jodoh, begitulah kira-kira gambaran yang sesuai dengan pepatah tersebut. Banyak orang yang menemukan jodohnya dalam satu lingkungan yang sama, contohnya teman SMA, SMP, SD atatupun perkuliahan. Karena jurusan Teknik banyak cowok, tentu kalian cewek-cewek Teknik yang lebih sedikit mempunyai banyak peluang untuk menggaet doi.

Terlepas dari duka menjadi kaum minoritas dijurusan Teknik, bukan kah lebih baik jika cewek-cewek Teknik menikmati kehidupannya di antara kaum mayoritas yaitu, cowok. Rasanya menjadi cewek yang kuliah dijurusan teknik yang diuraikan diatas hanyalah contoh kecilnya saja. Para cewek tangguh ini memiliki banyak suka dalam jurusan Teknik, karena mereka menikmati apa yang mereka jalani. Segala sesuatu yang dinikmati tentu akan terasa lebih menyenangkan dan duka didalamnya tentu akan menjadi pemanis dalam kisah perkuliahan, bukan menjadi bagian kesedihan yang membuat mereka berurai airmata penyesalan.

Jadi bagaimana? Apa sudah tertarik menajdi kaum minoritas diantara para cowok yang terkenal dengan rambutnya yang gondrong namun memikat hati? Sudahkah kalian merasakan bahwa jurusan Teknik ini membuat para cewek didalamnya menjadi seseorang yang menghargai dirinya sendiri ketimbang memikirkan penampilan untuk memperhatikan omongan orang? Kebanyakan cewek-cewek yang sudah terjun ke jurusan Teknik akan lebih menghargai dirinya terlepas seperti apa karakter penampilan mereka. Mereka juga akna lebih belajar menjaga diri dan kehormatannya karena mereka tumbuh dilingkungan para cowok. Mereka akan lebih tahu dan mengenal dengan lebih baik, laki-laki yang baik dan tidak. Tentunnya mereka juga akan lebih memahami perasaan serta sifat yang ada pada laki-laki, sehingga cewek Teknik ini lebih bisa menghargai dan memahami cowok-cowok disekitarnya. Tidak Jarang pula, cewek Teknik ini menjadi tempat curhat dan berkonsultasi bagi temannya yang bingung dengan sikap para cowok incarannya atau cowok yang sudah jadi pacarnya.

Begitulah kurang lebih rasa-rasa yang dialami oleh para cewek dijurusan Teknik. Semoga apa yang dibaca bisa membuka luas pikiran pembaca tentang jurusan Teknik, terutama bagi cewek-cewek yang berminat di jurusan Teknik. Jangan takut untuk menyelami dunia yang kalian minati ya untuk para cewek, selama itu baik maka salami dan carilah ilmu serta pengalaman sebnayak-banyaknya. Jangan takut jua menjadi kaum minoritas, karena percayalah disana akan terselip cerita unik tentang masa-masa yang kalian lewati. Selamat membayangkan rasa-rasa yang singgah pada mahasiswi Teknik, sumber pengalaman yang diangkat adalah perasaan nyata yang dirasakan oleh mahasiswi jurusan Teknik Informatika, Universitas Pasundan. Sapaannya adalah Ames, mahasiswi tangguh dan hebat sedang menjalani semester II. Termasuk mahasiswa baru namun sudah mengalami perasaan membahagiakan dalam waktu singkat ditengah-tengah kaum mayoritas. Semoga sumber kita dan teman-teman lain yang sednag berjuang di dunia pendidikan dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan tepat waktu.