Jurusan Teknik Lingkungan (ST)

  • Kode Program Studi : Teknik Lingkungan
  • Jumlah SKS : 147
  • Biaya Kuliah : Rp.9,000,000,- / Semester
  • Akreditasi : "B"
  • Didirikan sejak 1992

Tentang

Masalah lingkungan masih menjadi perhatian semua pihak, terlebih dengan menjamurnya pertumbuhan industri belakangan ini. Itu sebabnya dibutuhkan banyak tenaga ahli yang kompeten dalam bidang pelestarian lingkungan.

Di Universitas Pasundan, Anda bisa mengikuti Program Studi Teknik Lingkungan berakreditasi B BAN-PT, dengan fokus studi pada kesehatan lingkungan & teknologi pengelolaan lingkungan, teknik pengelolaan sampah/buangan padat, teknik penyediaan air minum, serta teknik pengelolaan & pengolahan air buangan.

Lulusan teknik lingkungan berkesempatan untuk berkarier di berbagai instansi atau dinas pemerintah yang terkait dengan lingkungan hidup, di sektor swasta yang berkaitan dengan industri petrokimia, pertambangan, dsb. Termasuk menjadi peneliti, aktivis lingkungan, atau akademisi.

Kenapa Memilih Teknik Lingkungan Unpas

 

Terakreditasi BAN-PT

Peringkat “B”

441/SK/BAN-PT/Akred/S/XI/2014

Kerjasama Luar Negeri

  • Kerjasama dengan lebih dari 50 Perusahaan Ternama
  • Kerjasama dengan Universitas dari China, Korea dan Australia

Tenaga Pengajar

  • 2 Proffesor (Guru Besar)
  • 9 Doktor (S3)
  • 16 Magister (S2)

Fasilitas

  • Semua ruang perkuliahan dilengkapi dengan AC
  • Absensi menggunakan finger print
  • Pembelajaran menggunakan U-Learning dan E-Learning teknologi Korea

Prospek Kerja Alumni Teknik Lingkungan

Tidak hanya memiliki potensi gaji yang besar. Lulusan Teknik Lingkungan juga menjanjikan prospek kerja yang sangat luas. Bahkan, alumni Teknik Lingkungan bisa bekerja di berbagai sektor industri. Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini pilihan karier yang bisa dijalankan oleh lulusan Teknik Lingkungan:

1. Petugas konservasi lingkungan

Pekerjaan sebagai petugas konservasi lingkungan menjadi prospek kerja pertama yang bisa dijalankan lulusan Teknik Lingkungan. Sesuai dengan namanya, pekerjaan ini memiliki tanggung jawab dalam mengelola, melindungi, serta mengembangkan lingkungan.

Petugas konservasi lingkungan banyak menghabiskan waktunya di lapangan dan jam kerjanya yang bebas. Dalam menjalankan tugasnya, kalian dituntut untuk mengetahui tentang Sistem Informasi Geografis (SIG). Menariknya lagi, kebutuhan terhadap tenaga kerja ini cukup besar, dibutuhkan oleh pengelola taman nasional, instansi pemerintah, pengelola perkebunan, ataupun perusahaan properti.

2. Petugas pengolah limbah

Tenaga pengelola limbah menjadi prospek pekerjaan yang bisa ditempati oleh lulusan Teknik Lingkungan. Kebutuhan terhadap tenaga kerja ini juga sangat tinggi. Apalagi, hampir berbagai jenis perusahaan membutuhkan keberadaannya, termasuk di antaranya adalah industri farmasi, industri makanan, industri pasta gigi, dan lain-lain.

Deskripsi pekerjaan yang menjadi tanggung jawab seorang petugas pengelola limbah tentu saja adalah mengelola limbah perusahaan. Pengelolaan tersebut diperlukan agar limbah menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Apalagi, ketika limbah yang dihasilkan merupakan jenis limbah B3.

3. Energy manager

Posisi sebagai seorang energy manager juga dapat dipertimbangkan oleh lulusan Teknik Lingkungan. Tanggung jawab dari seorang energy manager adalah melakukan pengawasan serta pengaturan pemakaian energi dalam sebuah perusahaan. Selanjutnya, kalian pun harus melakukan evaluasi terhadap sistem sehingga bisa meningkatkan efisiensi pemakaian energinya.

Untuk bekerja sebagai seorang energy manager di Indonesia, kalian harus mendapatkan sertifikasi yang disebut dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Ketika sudah mendapatkan sertifikat ini, kalian pun bisa mendapatkan pekerjaan dengan relatif lebih mudah. Apalagi, jumlah energy managerbersertifikat yang ada di Indonesia masih sangat rendah.

4. Ahli ekologi

Lulusan Teknik Lingkungan juga bisa bekerja menjadi seorang ahli ekologi. Tugas utama dari tenaga ahli ekologi adalah melakukan penelitian tentang kondisi ekosistem secara menyeluruh. Kalian pun perlu melakukan klasifikasi makhluk hidup, melakukan penelitian pengaruh bertambahnya makhluk hidup tertentu terhadap ekosistem, ataupun melakukan pencegahan sekaligus mengatasi masalah lingkungan yang ada di ekosistem.

Tenaga ahli ekologi biasanya bekerja untuk NGO dan pemerintah. Namun, tak menutup kemungkinan kalau kalian juga bisa menemukan perusahaan swasta yang membutuhkan tenaga seorang ahli ekologi. Untuk bisa menjalankan tugas pekerjaan ini dengan baik, kalian harus memiliki kemampuan dalam ilmu biologi serta rekayasa teknologi.

Mata kuliah